Oknum Honorer Pemkab Lahat Pesta Sabu

Oknum Honorer Pemkab Lahat Pesta Sabu
Ketiga tersangka narkoba yang diamankan di Mapolda Sumsel, Senin (21/03). Foto agus/Palembang pos
Posted by:

PALEMBANG – Ulah oknum pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, tak patut dicontoh. Sebab, bukan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tempat dia bekerja, melainkan pesta narkoba jenis sabu-sabu di mess Pemkab Lahat, di Jalan Proklamasi, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Sabtu (19/3), pukul 22.30 WIB.
Namun, saat tengah asyik menyedot barang haram tersebut, oknum honorer yag diketahui bernama Hoping Ayu (35), warga Jalan Demang Lebar Daun, Lorong Lebak Pakis, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan IT I, dan kedua rekannya Toupan (28), warga Jalan Demang Lebar Daun, Lorong Lebak Pakis, serta Nasaruddin (44), warga Jalan Veteran, Kelurahan Bandar Agung, Kabupaten Lahat, ditangkap Unit III Subdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel pimpinan Kompol E Laoli.
Dihadapan polisi, pelaku Hoping Ayu mengaku menyuruh Toupan untuk membeli sabu-sabu di kawasan 13 Ilir Palembang. Setelah mendapatkan barang haram tersebut, pelaku Toupan langsung menuju ke Mess Pemkab Lahat. Disana pelaku Hoping sudah menunggu bersama Nasaruddin yang merupakan Satpam mes Pemkab Lahat.
“Memang aku yang nyuruh Toupan beli sabu untuk kami pake bersama-sama,” ujar pelaku yang merupakan pegawai honorer Badan Pengelolan Aset Keuangan Daerah BPKAD Kabupaten Lahat saat diperiksa polisi di Mapolda Sumsel, Senin (21/3).
Ditambahkan pelaku, dirinya sudah mengonsumsi sabu-sabu satu tahun belakangan ini. Dikarenakan biar semangat dalam bekerja. Sebab, selain pegawai honorer, dirinya juga guru karate di Palembang. “Aku di Palembang ini dalam rangka ikut Kejuaran Daerah (Kejurda) Karate,” tukasnya.
Sementara itu, pelaku Toupan mengaku, dirinya baru menggunakan sabu selama lima bulan belakangan ini. “Aku disuruh beli sabu di daerah 13 Ilir seharga Rp 450 ribu, dan dapat enam paket, untuk kami pake bersama-sama,” ucap dia.
Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Syahril Musa mengatakan, ketiga pelaku ini ditangkap saat akan melakukan pesta sabu di Mess Pemkab Lahat. Dari tangan para pelaku berhasil diamankan enam paket kecil sabu seberat 1,90 gram, peralatan hisap sabu (bong), serta plastik kosong bungkus sabu. “Kami akan dalami lagi, apakah para pelaku ini sudah sering melakukan pesta sabu di mess Pemkab Lahat,” jelas dia.

#Simpan Sabu dan Inek
Sementara itu, transaksi sabu dan inek digagalkan Satres Narkoba Polres Banyuasin. Polisi meringkus pengedarnya Eko Susanto (37). Dari warga Jalan Iswahyudin, Lorong Ternak, RT 17/01, Kecamatan Kalidoni ini, disita barang bukti sepaket sedang sabu, dan 26 butir ekstasi logo apel warna hijau, dengan total barang senilai Rp 6,7 juta.
Pengungkapan kasus tersebut, setelah petugas melakukan penyelidikan dengan cara undercover buy. Nah pada saat tersangka berada di Jalan Talang Keramat, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang kelapa, Banyuasin, sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (17/03), ditangkap. Dengan narkoba disembunyikan di kantong celananya, usai kedapatan barang bukti tersangka pun tak bisa berkutik lagi. 
Atas tindakannya itu, pelaku pun digelandang ke Polres Banyuasin untuk dimintai keterangan. Dari pengakuan tersangka Eko, bila barang haram itu dia dapat dari tangan bandarnya Aji (DPO) warga Kelurahan Sentosa, Plaju. “Pas mau aku antar pesanan barang ini ke Padli, ini keduanya kalinya aku jadi kurir, sekali antar kemarin diupah Rp 500 ribu. Uangnya aku pakai untuk anak istri,” kata pelaku.
Pelaku Eko kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek mengatakan, setiap akan mengantar ia dikasih bonus pakai sabu-sabu dahulu. “Sebelum ngantar biasanya aku ngisap sabu dulu, di tahun 2013 pernah juga ditahan di Polresta Palembang, selama 2,8 tahun. Juga karena kedapatan setitik atau sepaket sabu-sabu, baru bebas bulan November 2015 kemarin. Kalau penghasilan dari ngojek sehari palingan Rp 70-90 ribu, masih kurang,” timpalnya.  
Kapolres Banyuasin AKBP Julihan Muntaha SIk, melalui Kasat Res Narkoba AKP Ikhsan Hasrul SH menegaskan pihaknya telah meringkus satu pengedar dan pengguna narkoba.
“Masih kita kembangkan lagi, barang bukti sudah diantar di Lab Forensik Polda Sumsel. Untuk tersangka bisa terancam pasal 112 dan  114 KUHP dengan ancaman diatas 7 tahun pidana penjara,” tegasnya. (cw02/adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses