Oknum Kadisdikpora dan Calon DPD RI Kembali Mangkir

Oknum Kadisdikpora dan Calon DPD RI Kembali Mangkir
Posted by:

AF Terancam Dicoret Dari Pencalonan

Palembang, Palembang Pos.-
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora), AZ kembali mangkir saat dipanggil oleh panwaslu untuk kedua kalinya. Hal serupa juga dilakukan calon anggota DPD incumbent Aidil Fitrisyah, saat akan diminta klarifikasinya terkait dugaan kampanye terselubung di gedung Darul Jannah Kemuning dan gedung persekolan Kecamatan kertapati beberap waktu lalu.
“Kami masih mempunyai niat yang baik, dengan meminta klarfikasi kepada yang bersangkutan. Akan tetapi, bila sampai 3 kali pemanggilan masih mangkir, maka akan diadukan ke Gakumudu,” kata Divisi Penindakan Bawaslu Sumsel Zulfikar SH, yang ditemui rabu, (12/2) kemarin.
Nah, bila proses di Gakumudu memenuhi syarat pelanggaran administrasi maupun pidana, maka Bawaslu menyiapkan langkah-langkah selanjutnya.  “Apabila hasil investigasi memunhi syarat pidana, maka calon DPD tersebut terancam akan dicoret dari pencalonan, namun hal tersebut kewengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bawaslu sebagai Badan Pengawas hanya melakukan pengawasan dan menindaklanjuti setiap pelanggaran yang terjadi, proses ini selanjutnya 31 hari kedepan, baru ada keputusan dari pihak Kepolisian maupun Pengadilan,” jelasnya.
Sementara itu, oleh anggota Panwaslu Palembang, divisi hukum dan penanganan pelanggaran, Jon Heri mengatakan, untuk kedua kalinya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) dan Ketua PGRI kota Palembang, Ahmad Zulinto tidak menghadiri pemanggilan panwaslu.
“Rabu (12/2/2014) pagi, kami telah melayangkan surat pemanggilan kedua untuk hadir Panwaslu Palembang pukul 15.00 WIB. Namun Ahmad Zulinto kembali tidak hadir dan mewakilkannya kepada Sekretaris Disdikpora Palembang, Hanafiah dan beberapa kabid serta kabag Disdikpora dan PGRI Palembang,” jelasnya.
Padahal, kata Jon Heri, dalam surat tersebut jelas disebutkan kalau Panwaslu memanggil Kadisdikpora Palembang atas nama Ahmad Zulinto, dan tidak bisa diwakilkan karena untuk klarifikasi.
”Setelah ini kita akan mengirimkan surat pemanggilan kembali. Selain memanggil kadisdikpora Palembang, kami juga telah memanggil caleg DPD RI, Aidil Fitri Syah terkait dugaan kampanye diluar jadwal, tetapi yang bersangkutan juga tidak datang. Kami akan menjerat Aidil dengan Pasal 86 UU nomor 8/2012, tentang larangan kampanye dengan melibatkan PNS, fasilitas pendidikan, tempat ibadah dan tempat pendidikan. Sebagai barang bukti yang ada pengelola gedung, termasuk juga anggota PGRI Palembang. Yang jelas, semua pihak yang mengetahui kegiatan tersebut akan dimintai keterangan,”jelasnya, sembari menyayangkan perwakilan Kadisdikpora yang dinilai arogan saat datang ke Panwaslu Palembang.
Terpisah, Kadisdikpora Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengaku, dirinya hadir dalam acara Maulid Nabi di Ki Merogan Kecamatan Kertapati, Selasa (11/2) lalu, kapasitasnya sebagai Ketua PGRI Kota Palembang bukan sebagai Kadisdikpora. Demikian diungkapkannya saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, kemarin (12/2).
Terkait pemanggilan dirinya oleh Panwaslu Kota Palembang, Zulinto mengaku telah mengetahuinya. Namun, dirinya belum bisa memenuhi panggilan tersebut, lantaran sedang berada di Jakarta. “Saat ini saya masih di Jakarta dan sekarang sedang berada di pesawat. Akan tetapi, saya sudah suruh sekretaris untuk mengecek persoalan dan mengklarifikasinya,” katanya. (del/ety)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses