OKU Timur Kekurangan 1.665 Guru PNS

OKU Timur Kekurangan 1.665 Guru PNS
Posted by:

MARTAPURA – Dinas pendidikan Kabupaten OKU Timur saat ini mengalami banyak sekali kekurangan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk semua mata pelajaran yakni hingga mencapai 1.665 orang. Hal ini terjadi, tidak hanya sekolah yang lokasinya di pelosok atau sekolah yang baru berdiri saja, namun juga sekolah lama dan yang berada di kota.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas OKU Timur Ali Pasyai melalui Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Dra Elviri MM saat dikonfirmasi, kemarin (31/01). “Kekurangan guru tersebut terjadi pada semua tingkatan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” tuturnya.
Untuk tingkat SD, sambungnya, kekurangan guru PNS tersebut jumlahnya sebanyak 278 orang guru kelas, 43 orang guru agama dan 271 orang guru penjaskes.  Dimana, kekurangan guru tersebut dikarenakan banyaknya guru yang pensiun.
“Ditahun 2013 saja, tercatat sekitar 92 tenaga pengajar tingkat SD sudah pensiun ditambah 2014 sebanyak 102 guru, ditambah lagi 2015 sebanyak 54 guru dan 2016 akan pensiun lagi sebanyak 78 guru. Sehingga membuat tenaga pengajar banyak sekali berkurang. Saat ini tidak ada jalan lain kecuali memberdayakan tenaga pengajar dari honorer,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Lanjutan (Diklan) Sudarman, SAg MM mengatakan, tidak hanya guru SD yang kekurangan, SMP, SMA dan SMK juga mengalami kekurangan banyak sekali guru mata pelajaran. Untuk tingkat SMP idealnya memiliki guru sebanyak 1.459 orang PNS dari 50 sekolah. Sementara saat ini baru ada sebanyak 926 orang. “Jadi kita masih kekurangan guru PNS sebanyak 533 orang untuk seluruh mata pelajaran,” ujarnya.
Sedangkan untuk tingkat SMA, lanjut Darman, dari 20 SMA Negeri se OKU Timur dibutuhkan sebanyak 712 orang guru PNS. Sekarang ini hanya ada 366 orang. Kekurangan sebanyak 346 orang. “Jumlah total tersebut paling sedikit mata pelajaran Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) hanya enam orang, seharusnya 22 orang. Sementara paling banyak pelajaran Matematika, yaitu ada 46 orang guru dari seharusnya 72 orang,” ungkapnya.
Kemudian untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sambung Darman, yang berjumlah 33 SMK dengan rincian 9 SMK Negeri dan 24 Swasta saat ini baru ada 86 guru PNS, seharusnya 280 guru. Artinya kurang 194 orang. “Di SMK ini paling banyak kekurangan guru, yaitu mata pelajaran program bisnis, diperlukan sebanyak 40 orang, baru ada 17, kurang 23 orang. Lalu paling sedikit mata pelajaran program listrik,” jelasnya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur, Ali Pasyai, menyebutkan kekurangan guru tersebut memang disebabkan banyaknya guru yang sudah pension. Ada juga karena mutasi keluar daerah, lamanya tidak ada pengangkatan dan meninggal dunia.
“Tidak ada upaya yang bisa dilakukan, kecuali memaksimalkan semua tenaga honorer yang belum diangkat dan para TKS dengan insentif yang sangat kecil Rp 500.000 perbulan lalu ditambah honor dari komite yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan sekolah yang bersangkutan,” katanya.
Meski demikian, menggunakan jasa tenaga honorer, diakui Ali menjadi permasalahan tersendiri  terkait gaji mereka yang kecil. Selama ini gaji honorer bersumber dari dana BOS dan dana komite sesuai kemampuan sekolah, namun jika kebanyakan guru honorer dikhwatirkan dana Bos tidak mencukupi untuk memberi gaji mereka. “Ke depan kita sangat berharap sekali ada pengangkatan dan penerimaan CPNS sebagai upaya mengatasi kebutuhan guru,” tuturnya. (res)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses