PAD Batubara Kian Lesu

PAD Batubara Kian Lesu
Posted by:

Lahat, Palembang Pos.-
Keputusan Gubernur Sumsel, melarang angkutan batubara melintas di jalan umum, membuat investor batubara, kalang kabut. Bahkan, keputusan berimbas merosotnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), berupa royalti.
Bagaimana tidak, sejak keputusan tersebut diberlakukan, sampai awal tahun ini, geliat pengusaha sektor batubara di Kabupaten Lahat, kian lesu.
Kepala Dinas Pertambangan dan Sumber Daya Mineral (Distamben) Kabupaten Lahat, Ir Misri MT mengungkapkan, awalnya PAD yang dihasilkan sektor batubara mencapai Rp 110 miliar pertahun.
Namun, akhir 2013, angka tersebut turun menjadi Rp 60 miliar saja. Angka ini terus menurun dari bulan kebulan yang membuat PAD Kabupaten Lahat terus menurun. “Wah, besar sekali penurunannya,” kata Misri, kemarin.
Misri tak memungkiri, larangan angkutan batubara melintas di jalan umum menjadikan penyebab penurunan PAD. Sebab, hanya beberapa perusahaan saja yang beroperasi. Sebagian besar perusahaan telah menghentikan kegiatannya, akibat tidak dapat membawa hasil tambang ke luar.
“PT BAU, MAS, GGB masih operasi. Sedangkan yang lain sudah banyak tutup. Bagaimana tidak, mereka tak dapat membawa hasil tambang ke luar Kabupaten Lahat,” jelas Misri.
Makin anjloknya sektor batubara, membuat PAD Kabupaten Lahat ikut-ikutan berpengaruh. Lantaran, salah satu penyumbang PAD terbesar merupakan sektor batubara.
Sedangkan tanda-tanda bangkitnya sektor batubara ini, belum ada. Sampai saat ini jalan khusus yang dibangun, belum ada kejelasan.
“Cuma perusahaan yang menggunakan kereta api saja yang masih bertahan, yang lain sudah tutup,” pungkasnya.(rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses