Pamit Dangdutan, Pelajar Ngamar

Pamit Dangdutan,  Pelajar Ngamar
Peni bersama pasangannya saat dimintai keterangan petugas Pol PP Lahat. Foto arif/Palembang Pos
Posted by:

LAHAT – Awalnya tak ada sahutan, saat petugas gabungan mengetok pintu kamar berada di belakang salah satu tempat hiburan malam, di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Merasa ada orang di dalam kamar, petugas yang terdiri Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Lahat, Polres Lahat dan Subdenpom Lahat, tidak putus asa, dengan terus mengetok pintu. Ternyata memang benar, seorang lelaki membuka pintu, yang belakangan diketahui bernama Rendi (18), warga Muara Enim, yang berstatus remaja putus sekolah.
Remaja berambut keriting ini tidak sendirian dalam kamar itu, karena ditemani Peni (18), yang merupakan pacarnya. Usut punya usut, keduanya mengaku baru saja melakukan hubungan layaknya suami istri, sebelum petugas tiba. Rendi bersama sang kekasih yang masih berstatus siswi kelas XII salah satu SMK di Muara Enim ini pun digelandang petugas.
Kepada petugas Pol PP, Peni mengaku pamit dari rumah hendak nonton konser dangdutan rangkaian perayaan tahun baru 2016. Entah mengapa pasangan kekasih ini pun melaju melewati wilayah perbatasan Lahat-Muara Enim, hingga terdampar di kamar kosong belakang tempat hiburan malam itu. “Nak nonton konser dangdut Pak,” ujar Peni sambil menutup wajahnya menggunakan rambut.
Awalnya remaja ini menolak permintaan petugas agar menghubungi orang tuanya, agar dapat membuat surat pernyataan. Namun, sebelum orang tuanya datang, Peni dan pasangannya tidak dilepas. “Bibi aku bae yang datang,” pintanya.
Petugas yang terus melakukan penertiban tempat hiburan malam, tidak saja berhasil menjaring pasangan remaja yang kedapatan berduaan di kamar, 11 orang perempuan yang diduga pekerja seks komersil (PSK), dan dua lelaki hidung belang, ikut diamankan di tempat hiburan malam wilayah perbatasan Lahat-Muara Enim itu. “Ada minuman keras 89 botol juga kami sita,” kata Kasat Pol PP Kabupaten Lahat Sigit Budianto SH.
Sebelumnya, 3 perempuan yang juga PSK juga diamankan saat mangkal di tempat hiburan malam di Kelurahan Pasar Baru, Kota Lahat. Menariknya, 400 botol miras juga disita di warung di kawasan GOR Lahat itu. “Untuk mengelabui kami, miras sengaja disimpan dalam kardus air mineral. Kami akan terus melakukan penertiban,” tegas Sigit.

#Pasangan Mesum Diamankan di Hotel
Sementara itu, jajaran Polres Prabumulih mengamankan pasangan bukan suami istri, yang tengah berduaan di kamar hotel. Pasangan dimaksud berinisial YN (22), warga Simpang 6 HTI Muara Lakitan, Mura, dan pacarnya DA (26), pegawai salah satu apotek di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Keduanya diamankan saat duaan di kamar Hotel VS di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Sabtu (02/01), sekitar pukul 22.30 WIB. Selain mengamankan pasangan mesum ini, polisi juga membekuk seorang pria dan tiga wanita di kamar hotel MY di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahahn Muara Dua, Sabtu (02/01), pukul 22.00 WIB.
Keempatnya diduga hendak melakukan pesta seks, dan pesta sabu di kamar hotel itu. Ke-4 orang itu yakni SY (36), warga Griya Prabu Damai, Kecamatan Prabumulih Timur. Kemudian FT (22), VK (18) dan WW (22), ketiganya merupakan warga Kabupaten PALI.
Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIk MTCP, melalui Wakapolres Kompol FX Irwan Arianto SIk, didampingi Kabag Ops Kompol Andi Supriadi SIk mengatakan, pasangan bukan suami istri dan pemuja narkoba beserta tiga wanita itu terjaring dalam operasi lilin dalam rangka natal dan tahun baru.
“Kita lakukan razia tidak hanya di jalan, warung remang-remang, namun kita juga sisir seluruh hotel di Prabumulih. Kita bersyukur berhasil mengamankan pasangan diluar nikah dan pemuja-pemuja narkoba,” ujar Irwan.
Dijelaskan Irwan, bagi pasangan bukan suami istri yang terjaring operasi lilin, akan dilakukan pembinaan, lalu kemudian akan dikembalikan kepada pihak keluarga. “Kita pangil orang tuanya, lalu kita kembalikan setelah sebelumnya kita lakukan pembinaan,” ungkapnya.
Namun bagi yang terbukti mengonsumsi narkoba, sambung mantan Kasatres Narkoba Polresta Palembang ini, kasusnya akan dilimpahkan ke Satres Narkoba, untuk ditindaklanjuti. “Akan kita selidiki lebih lanjut kasusnya. Jika terbukti kita jerat dengan pasal yang berlaku,” tegasnya.
Sementara pasangan bukan suami istri yang terjaring razia YN dan DA, mengaku hanya ngobrol-ngobrol saja. Mereka berdua kompak membantah jika dikatakan hendak berbuat mesum. “Kami di dalam kamar tidak melakukan apa-apa, kami hanya mengobrol,” ucap keduanya.
Sedang SY mengakui sering mengonsumsi sabu. Bahkan SY juga mengaku saat tertangkap bersama 3 wanita tersebut, dirinya baru saja mengonsumsi narkoba. “Saya hanya makai dan jarang. Kami di kamar berempat, karena kemalaman mau pulang ke PALI, jadi nginap di hotel,” pungkasnya. (rif/abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses