Panwaslu Jangan Jadi ‘Macan Ompong’

Panwaslu Jangan Jadi ‘Macan Ompong’
Posted by:

LUBUKLINGGAU – Kinerja panitia pengawas pemilu (panwalu) Kota Lubuklinggau menjadi sorotan publik. Pasalnya penyelenggara pemilu satu ini dinilai belum optimal melakukan tugas dan fungsi (tupoksi) dalam setiap tahapan yang berjalan. Hal itu dapat diihat dari banyaknya pelanggaran yang dilaporkan dan lambannya tindak lanjut yang dilakukan.Bahkan terkesan adanya pembiaran oleh Panwaslu.
Direktur Eksekutif Relawan Cerdas Kota Lubuklinggau, Bahet Edi Kuswoyo, mengatakan seharusnya dalam menjalankan tupoksinya panwaslu tidak hanya melakukan pengawasan yang normatif. Artinya hanya melakukan pengawasan sesuai tahapan dan bersifat menunggu saja. Sebaliknya Panwaslu harus kreatif.
“Panwaslukan ada anggaran negara yang digunakan untuk melakukan tupoksinya,” ujar Bahet.
Karena itu, menurut Bahet, sudah seharusnya Panwaslu mempertajam taringnya. Terlebih aturan Bawaslu sekarang telah memberikan kekuasaan kepada panwaslu untuk bertindak, bukan hanya sebatas menunggu laporan dan membuat rekomendasi.
Berbeda dengan lembaga swadaya seperti yang dipimpinnya. Karena menggunakan dana pribadi, anggaran dan jumlah SDM terbatas. Sehingga pengawasan juga terbatas.
Sebelumnya, Devisi Partisipasi Masyarakat (Parmas), Debi Aryanto, menjelaskan bahwa Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon (paslon) disiapkan oleh KPU. Setiap paslon/tim paslon boleh menambah APK tetapi materi dan ukurannya harus sama dengan yang telah disiapkan oleh KPU. Diluar itu artinya APK dianggap illegal. ” Sesuai aturan PKPU No.4 Tahun 2017, setiap paslonbhanya boleh menambahkan 150 persen dari APK yang telah disiapka KPU,” terang Debi.
Terpisah Komisioner Panwaslu, Bahusi, ketika hendak dikonfirmasi di kantor Panwaslu ternyata sedang Dinas Luar (DL). Ketika dihubungi melalui ponselnya mengatakan sedang mengikuti rakor di Palembang. Diduga gangguan jaringan, mendadak dia tidak bisa mendengar ketika dikonfirmasi soal Billboard salah satu paslon yang bertengger di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), depan Rumah Sakit (RS) dr Sobirin, Jalan Yos Sudarso.
Sementara pesan yang dikirim via WhatsApp (WA) hanya dibaca dan hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses