Pasutri Sengaja Buang Narkoba

Pasutri Sengaja Buang Narkoba
Pasutri yang diamankan Polsekta Lahat atas dugaan penganiayaan dan kepemilikan narkoba. FOTO ARIF/PALEMBANG POS
Posted by:

LAHAT – Tidak saja berhasil membekuk Yanuar Efendi alias Nuang (28), sebagai terlapor kasus penganiayaan, anggota Polsekta Lahat juga menemukan narkoba yang sengaja dibuang Herra Tanisyah (25), saat penggerebekan di mess kafe Pesona Bintang, Desa Kota Raya, Kota Lahat, sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (28/9).

Menariknya, Herra yang merupakan istri Yanuar, juga terlapor yang dicari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lahat, atas dugaan penganiayaan. Beberapa hari lalu, Polsekta Lahat menerima laporan dugaan penganiayaan, dengan terlapor Yanuar.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti, lantaran Yanuar tidak menggubris panggilan polisi. Rabu pagi, anggota Polsekta Lahat melakukan pengintaian mess Kafe Pesona Bintang yang ditempati Yanuar. Ternyata Yanuar ada di komplek tempat hiburan malam itu, sehingga polisi berpakaian preman langsung menerobos masuk.

Mengetahui kedatangan polisi, Yanuar berlari masuk ke dalam mess dan Herra pun demikian. Yanuar yang merupakan warga Desa Muara Temiang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, langsung berpura-pura memperbaiki sepeda motor. Sedangkan Herra bergegas membuang narkoba dalam kotak sampah, meski aksi ibu satu anak itu diketahui polisi.

Polisi langsung meminta Herra mengambil apa yang dibuangnya. Dengan wajah pucat fasih, Herra memungut plastik bungkus mie instan dari dalam kotak sampah, yang ternyata berisi 10 butir ekstasi berlogo bunga teratai warna hijau, dua paket kecil dan satu paket sedang sabu-sabu.

Pasangan suami istri (pasutri) ini tidak dapat berbuat banyak, dan hanya pasrah saat digiring anggota Polsekta Lahat. “Awalnya target kami mengamankan Yanuar atas laporan penganiayaan, tapi kami berhasil menemukan narkoba yang dibuang istri Yanuar, yang juga ternyata terlapor di Unit PPA Polres Lahat,” kata Kapolsek Kota Lahat AKP Lihardi, didampingi Kanit Reskrim Ipda Nurhanas.

Dugaan sementara, pasutri yang merupakan penjaga malam di kafe tersebut, selain sebagai pamakai, juga pengedar narkoba. “Kami masih dalami sejauh mana aktifitas keduanya dalam peredaran narkoba. Yang jelas keduanya merupakan tersangka penganiayaan,” ungkap Lihardi. Saat awak media meminta keterangan dari Yanuar dan Herra, keduanya memilih bungkam. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses