Pedagang Keluhkan Waktu Terbatas

Pedagang Keluhkan Waktu Terbatas
Posted by:

PALEMBANG- Baru saja kawasan kuliner lorong basah diresmikan, yang menambah destinasi wisata terkini. Namun, hal ini ternyata memberikan warna berbeda bagi pedagang kaki lima dikawasan tersebut, pedagang alami kesulitan dengan keterbatasan waktu berdagang. Hal ini tentu berimbas dari pendapatan pedagang yang kian menyusut.
Dikatakan Siti, pedagang kaki lima yang tetap bertahan mengais Rupiah di kawasan lorong basah yang sudah tersohor sejak puluhan tahun lamanya. Beberapa periode kepemimpinan dia rasakan, perubahan peraturan juga telah dia lalui. Namun, kali ini dia merasa sangat terpuruk, hal ini disinyalir dengan akibat keterbatasan waktu atau singkatnya waktu berjualan bagi dia beserta rekan seperjuangannya.
“Kita sangat tergesa- gesa, buka lapak pukul 12.00 Wib itu juga uber- uberan dengan Pol PP. Kita buka ketika mereka sudah bubar atau pulang. Lalu tutupnya juga kita begitu tergesa- gesa, pukul 17.00 Wib sudah harus beres semuanya karena mau dibuka untuk kuliner malamnya,” jelasnya.
Senada yang diungkapkan Rahmat, waktu yang sesingkat itu kita juga tidak puas untuk melayani pembeli. Untuk tawar menawar juga harus tergesa- gesa, bahkan beberapa pembeli jadi sungkan untuk kembali berbelanja. “Kita minta tolong kepada pemerintah untuk diubah jadwal. Jika memang kita harus tutup pada pukul 17.00 ada baiknya kita diizinkan untuk buka pukul 10.00 Wib saja. Waktu akan banyak, saya rasa pemerintah juga memiliki hati yang mulia,” harapnya.
Terlebih pusat kuliner lorong Basah ini kan bukanya malam sekitar pukul 20.00 Wib. Maka alangkah baiknya jika kita masih diperbolehkan tutup seperti biasa sekitar pukul 18.30 Wib- 19.00 Wib. “Jika memang tidak bisa, biarkan saja kami tutup seperti biasa. Karena pedagang kuliner kan bukanya selepas Isya. Jadi kita sesama pedagang baik maupun kuliner sama- sama enak,” terangnya.
Sementara itu, Robi pembeli pasar Lorong basah menuturkan, jika dia juga merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan saat ini. Ketika tiba di pasar tersebut justru pedagang sudah mulai menutup lapaknya. “Biasanya sampai sore, namun kini tidak lagi. Jam 4 mereka sudah berberes melipat barang dagangannya, semoga saja ini ada jalan keluarnya,” tutupnya. (nik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses