Pekerja PT KPP Bantah Ada Gas Beracun

Pekerja PT KPP Bantah Ada Gas Beracun
Pekerja PT KPP berdemo di DPRD Muara Enim, kemarin.
Posted by:

Gelar Demo di DPRD Muara Enim

MUARA ENIM –  Puluhan pekerja PT KPP perusahaan subkontraktor PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) Lumut Balai, yang mengerjakan proyek pembangkit listrik panas bumi (Gothermal), melakukan aksi damai ke gedung DPRD Muara Enim, Kamis (13/9/2018).

Mereka membantah bahwa gaothermal tersebut mengandung racun zat H2S maupun CO (karbon monoksida) seperti yang diisukan. Karena tiga orang yang meninggal dunia di lokasi proyek  tidak ada kaitannya dengan panas bumi tersebut.

Dalam aksi tersebut bertindak sebagai kordinator lapangan, Bahtiar. Aksi yang mereka gelar mendapatkan pengamanan dari aparat Polres Muara Enim, Kodim 0404 Muara Enim dan Satpol PP Pemkab Muara Enim.

Dalam aksinya mereka juga membacakan klarifikasi terkait kegiatan proyek pembangkit listrik yang tengah dikerjakan. Mereka juga meminta agar kegiatan pekerjaan proyek tidak dihentikan, karena akan merugikan mereka.

Klarifikasi yang mereka sampaikan menolak diliburkan karena akan merugikan pekerja. Mereka juga membantah adanya pertanyataan yang disampaikan oleh aksi sebelumnya ke DPRD, bahwa pekerja tidak dilengkapi dengan hak hak sebagai tenaga kerja.

“Kami pekerja dilengkapi dengan BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan, lembur, tunjangan hari tua, bahkan pajak (NPWP) pun kami bayar,” terang mereka.

Mereka juga membantah adanya pernyataan yang mengatakan bahwa pihak korban tidak diperhatikan. Karena pihak perusahaan sangat peduli dengan korban dan telah memberikan santunan kepada keluarga korban.

Mereka juga menolak atas permintaan aksi sebelumnya yang meminta DPRD Muara Enim untuk membentuk Pansus terkait meninggalnya tiga orang pekerja sekuriti tersebut.

“Pembentukan Pansus tidak relevan dan tidak wajar karena kejadian tersebut telah ditangani oleh pihak yang berwenang atau pihak kepolisian dan pihak Kementerian ESDM,” tegas mereka.

Namun sayangnya kehadiran mereka tidak bisa diterima anggota DPRD. Karena wakil rakyat tersebut sedang ada dinas. Sehingga perwakilan pekerja  diterima PLt Sekretaris DPRD, Lido Septiantoni SH MSI, Kepada Dina Tenaga Kerja, Hj Herawati dan Kapolsek Semende, AKP Nusirwan.

Pada pertemuan itu, Bahtiar salaku Korlap mengatakan, aksi yang digelar untuk menyampaikan kejadian yang sebenarnya, sehingga untuk mengklarifikasi isu hoax yang bermunculan selama ini.

Mereka juga mengatakan, jika di lokasi tersebut ada gas beracun tentunya merekalah yang pertama kali menjadi korban. “Jadi tidak benar bahwa panas bumi ini beracun,” jelas mereka.

Menurut mereka, yang selama ini bekerja melakukan buka tutup 20 sumur panas bumi tersebut, adalah mereka. “Kalau memang  ada penyebaran zat H2S tinggi tentunya kami sudah menjadi korban duluan. Semua sumur panas bumi ada zat H2S tetapi tidaj tinggi dan kondisinya cukup aman,” jelas mereka.

 

Sementara itu, Plt Sekretaris DPRD, Lido Septiantoni SH MSi  mengatakan, semua yang pernyataan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pimpinan dewan untuk ditindak lanjuti. Dia juga mengatakan, pada pertemuan mendatang akan mengundang pihak perusahaan dan pekerja. Usai pertemuan tersebut, pekerja membubarkan diri pulang ke tempatnya bekerja. (luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses