Pelajar Melakukan Solidaritas Rohingya

Pelajar Melakukan Solidaritas Rohingya
seluruh pelajar SMP/SMA Muhammadiyah melakukan aksi bentuk solidaritas kepada Rohingya di fly over simpang Polda. Foto Rangga/Palembang
Posted by:

PALEMBANG – Sebanyak 250 para pedemo baik dari anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) kota Palembang berserta mahasiswa, memadati di bawah jembatan Fly Over simpang Polda. Pasalnya para pelajar dan mahasiswa menginginkan aksi solidaritas peduli Rohingya yang berada di Burma Negara Myanmar, Sabtu (3/12).

Koordinator aksi demo dan Bendahara Umum Pimpinan Daerah IPM Palembang Muhammad Aditya Salam mengatakan saat dilakukan pengumpulan didapatkan yang ikut ada sekitar 250 pelajar dari jenjang SMP dan SMA yang tergabung dalam IPM Kota Palembang ada juga dari Mahasiswa. “Kita melakukan aksi demonstrasi yang menuntut akan keadilan dan perdamaian kaum muslim yang minoritas di Burma Negara Myanmar, serta dengan penggalangan dana untuk korban ketidakadilam kaum muslim di sana,” katanya.

Lanjutnya, Rohingya adalah nama kelompok etnis yang tinggal di Negara bagian Arakan (Rakhine) sejak abad ke 7 Masehi populasi orang rohingya saat ini diprediksi sekitar 1,5 sampai 3 Juta dimana 800.000 an tinggal di Arakan dan sisanya menyebar dibanyak Negara. “Arakan adalah Negara bagian Union Of Myanmar berbatasan dengan Bangladesh dan nam “Rakhine” merujuk pada etnis Rakhine Buddhist (Moghs), sehingga istilah “Rakhine” tidak mewakili etnis rohingya muslim,” ujarnya.

Ada sebuah permasalahan kaum rohingya adalah kebijakan “Burmanisasi” dan “Budhanisasi” yang mengeluarkan dan memarjinalkan warga muslim rohingya di tanah sendiri. “Kita ingin menyuarakan keadilan dan perdamaian di kaum muslim, saudara kita dari etnis Rohingya di Burma, Myanmar. Terakhir kabar yang kami mendengar beberapa waktu lalu ada 346 rumah muslim dibakar dan 180 lebih muslim yang dibunuh karena tanpa alasan yang jelas. Ini bukan hanya masalah keagamaan saja tapi sudah menyangkut kemanusiaan yang sudah terjadi sejak tahun 1947 silam, dan pemerintah masih belum ada tindakan khusus terkait hal tersebut,” jelasnya.

Diakuinya, pihaknya pernah melancarkan aksi yang sama pada tahun 2014 silam dan sampai saat ini karena masih banyak tuntutan pihaknya yang belum dipenuhi pemerintah maka mereka melancarkan aksinya hari ini. Salah satu tuntutan yang sampai saat ini masih belum terpenuhi adalah rumah singgah dan tempat pendidikan untuk kaum muslim minoritas di Myanmar. “Ini aksi kedua kami, karena tuntutan kami belum diwujudkan. Selain Aceh, di wilayah Indonesia lainnya tidak ada wadah tempat menampung saudara kita yang mendapat perlakuan tidak manusiawi. Kali ini kami menuntut pemerintah terutama Sumatera Selatan untuk dapat memberikan tempat pengungsian dan tempat pendidikan bagi minoritas muslim di Myanmar yang mendapat perlakuan yang sangat tidak adil,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek wilayah Kemuning AKP Hikmat S mengatakan dalam pengamanan pihaknya mengerahkan 74 orang personil gabungan dari Sabara, Satuan Lalu Lintas dan dari pihak kepolisian Kemuning Sendiri. “Pihaknya sudah siap siaga satu jam lebih awal sebelum aksi demontrasi ini berlangsung,” pungkasnya. (roi).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses