Pelanggaran Lalin Didominasi Remaja

Pelanggaran Lalin Didominasi Remaja
Salah seorang pelajar di Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir yang terjaring razia,

KAYUAGUNG – Berdasarkan hasil anev operasi Patuh Musi 2017 yang dimulai sejak 9 Mei 2017 lalu oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Ogan Komering Ilir (OKI), pelanggaran lalulintas (lalin) didominasi usia oleh 10 hingga 20 tahun yang lepas dari pengawasan orang tua.

Pada hari ke 8 Giat Operasi Patuh Musi 2017 yang digelar Satlantas Polres OKI di simpang tiga Jalan turunan kelurahan Sidakersa Kecamatan Kayuagung OKI, Selasa (16/5), terlihat sejumlah pelajar terjaring razia lantaran tidak memiliki kelengkapan kendaraan yang dikendarainya.

Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto,SH,MH didampingi Kasatlantas Polres OKI AKP Polin Eterna Agustinus Pakpahan melalui Kanit Laka Polres OKI IPDA Trisapto mengatakan, Sejak Operasi Patuh Musi 2017 mulai digelar, Banyak Pengendara usia 10 hingga 20 tahun khususnya pengendara roda dua (Sepeda motor) yang telah terjaring dan dikenakan sanksi tilang.

“Pengendara pada usia tersebut, tidak hanya dari kalangan pelajar tetapi juga swasta, dalam artian tidak bersekolah lagi atau putus sekolah,” ujarnya. Meski demikian, Menurutnya, tidak lantas semuanya didominasi oleh Pengendara usia 10 hingga 20 tahun tetapi juga banyak dari kalangan orang dewasa baik pria maupun wanita.

“Dan untuk giat 21 dalam rangka Operasi Patuh Musi 2017 yang kita laksanakan mulai pukul 09 wib hingga pukul 11.00 Wib tadi, ada 44 pengendara yang dikenakan sanksi tilang dengan rincian, Tilang Kendaraan roda dua (R2) sebanyak 18 Unit, Tilang STNK sebanyak 21 Lembar dan Tilang SIM sebanyak 5 lembar,” ungkapnya. (jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply