Pembobol Tahanan Divonis 2 Tahun 8 Bulan

Pembobol Tahanan Divonis 2 Tahun 8 Bulan
Posted by:

 

 

PALEMBANG – Akibat ulahnya telah melakukan  pembobolan sel tahanan sementara Ditresnarkoba Polda Sumsel,  membuat enam terdakwa yakni Muhamad Nazwar Syamsu alias Letto, Moeh Hasanudin, Ony Kurniawan, Candra Susanto, Andik Hermanto dan Trnili Sirna Prahara dijatuhi hukuman selama 2 tahun dan 8 bulan saat menjalani persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang. Rabu (7/11/18).

Sidang putusan keenam terdakwa pembobolan sel tahanan sementara Ditres Narkoba Polda Sumsel dipimpin oleh majelis hakim Kamaludin SH.  “Perbuatan ke enam terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana. Menjatuhkan pidana masing masing terhadap terdakwa selama 2 tahun dan bulan penjara,”ujar Kamaludin SH.

Atas putusan majelis hakim Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Purnama Sofyan SH MH yang sebelumnya menuntut para terdakwa selama 3 tahun dan 6 bulan menerima putusan majelis hakim.Senada dengan penasehat hukum terdakwa menerima putusan majelis hakim.

Sebelumnya, perbuatan keenam terdakwa bermula pada yang berada di dalam ruang sel yang sama dengan berkata “Pingin kabur aku rek, dak betah aku disini”, mendengar hal tersebut lalu Candra Susanto “Sembarang Mas”, dan yang lain menyetujui rencana tersebut. Keesokan harinya Candra mulai menandai dinding yang akan dilubangi dan mengeroknya dengan menggunakan pinset yang telah disiapkan sebelumnya dan dinding tersebut disiram dengan air agar memudahkan saat dikerok, selanjutnya Trinil Sirna Prahara Alias Trinil saat izin ke toilet mendapatkan 1  buah keran air dan dibawa ke dalam ruang sel yang akan digunakan untuk memukul dinding, dan hal tersebut dilakukan secara bergantian.

Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 12 Juli 2018, Andik  menghubungi Zumrotus Ida Wahyuni (penuntutan dilakukan terpisah). Kemudian pada hari Selasa tanggal 17 Juli 2018 sekira pukul 01.00 WIB, enam terdakwa secara bergantian melubangi dinding sel tahanan sementara tersebut dengan cara mata bor yang sudah dililit dipukulkan ke dinding sel dengan menggunakan keran air yang juga dililit dengan kain selain itu dinding sel tersebut ditendang secara bergantian hingga terbentuk lubang pada dinding sel dengan ukuran diameter kurang lebih 20  Cm.

Kemudian saat Andik Hermanto mencoba lubang pada dinding tersebut dengan cara mengeluarkan kaki kanannya, di saat yang bersamaan petugas piket jaga yaitu Jimmy Wijaya, Jakariah dan Zulfahmi Lubis yang mendengar suara dentuman yang keras dari arah dinding sel tahanan sementara tersebut langsung melakukan pengecekan kea rah luar dinding dan melihat ada lubang pada dinding sel dengan ukuran diameter kurang lebih 20  cm dan ada kaki Andik Hermanto pada lubang tersebut.

Kemudian Jimmy Wijaya, Jakariah dan Zulfahmi Lubis langsung mengamankan keenamnya. Selanjutnya Jimmy Wijaya, Jakariah dan Zulfahmi Lubis langsung membuat Laporan Polisi terhadap kejadian pengrusakan dinding sel tahanan tersebut yang dilakukan oleh para terdakwa. (cw06)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses