Pembuktian Objek Perkara, Lakukan Sidang Lapangan

Pembuktian Objek Perkara,  Lakukan Sidang Lapangan
Hakim Ketua dari  PN klas IA Palembang, Togar SH saat melakukan klarifikasi pengecekan objek tanah terkait materi gugatan, dalam sidang lapangan, Kamis (31/3). Foto: Robby/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Kasus gugatan perdata tanah seluas 4.375 meter persegi (M3) di Jalan Lubuk Kawan Kebun Bunga Sukarami Palembang, dengan penggugat atas nama Soetomo (86), warga Jalan Ariodillah RT 34/12, 20 Ilir IT I, Palembang  dengan tergugat Djoni Mandala, warga Sukamaju Sako,  Margareth Robi, warga Jalan Mayor Ruslan 9 Ilir, dan oknum notaris Rizal, memasuki babak baru. Dimana permohonan penggugat untuk melakukan sidang di lapangan dikabulkan pihak pengadilan negeri (PN) klas IA Palembang. Sidang lapangan  tersebut dilaksanakan Kamis (31/3) di lokasi yang sudah dibangun showroom mobil tersebut.

Sidang dipimpin langsung Hakim Ketua, Togar SH, didampingi hakim anggota, Charles Simamora dan Joko S, dan  Helia Margharita, selaku Penitera Pengganti. Dalam sidang lapangan itu, hakim ketua melakukan pengecekan data dan luas tanah sesuai materi gugatan dari pengecekan itu, saksi Parmin dari pihak penggugat dan saksi Nungcik dari pihak tergugat membenarkan data dan ukuran tanah yang dipersoalkan.”Semua sudah kita konfirmasi, semua data dan fakta sesuai dengan materi gugatan yang ada. Kemudian selanjutnya kita akan melakukan sidang untuk mengambil putusan yang dijadwalkan pada Kamis 7 April 2016,” ujar Hakim Ketua Togar, usai sidang.

Desi Natalia, anggota Tim Pengacara penggugat mengatakan, kasus yang telah dilaporkan ke Polda Sumsel secara pidana dan perdata itu bermula pada 2011,  suami tergugat II, Margareth Robi  Selanjutnya suami Margareth Robi memberikan sejumlah uang yang diberi secara bertahap dengan nominal ratusan juta rupiah. Tergiur dengan pemberikan uang itu, DJoni Mandala bersedia membuat surat kuasa yang menyatakan pemilik tanah Soetomo telah memberikan kuasa kepada anaknya (Djoni Mandala,Red) untuk menjual dan melakukan tukar guling tanah itu pada 2012.Ternyata tanda tangan pemilik tanah dalam hal ini Soetomi (selaku penggugat) diduga kuat dipalsukan. Padahal Soetomo sendiri tidak pernah mengizinkan atau memberi kuasa kepada anaknya untuk menjual tanah tersebut.

“Mengetahui ini, klien kami (Soetomo,Red) tak terima lalu menggugat baik secara perdata dan pidana untuk mendapatkan kembali haknya,” ujar Desi. Sementara itu pengacara tergugat Etty Agustin SH didampingi rekannya Ruslan SH yang turut hadir dalam sidang lapangan tersebut menilai semua pengecekan data di lapangan terkait objek tanah dan ukuran sudah sesuai dengan materi gugatan.”Artinya tidak ada persoalan dan kita tinggal menunggu putusan sidang dan kita sudah siap menghadapinya,” tandas Etty.  Sedangkan Randi Aritama SH MH, Ketua Tim Pengacara Penggugat dari Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu DPD Sumsel, didampingi Yopi Barata SH, Desi Natalia, dan Erwan A SH yakin pihaknya akan memenangkan gugatan di pengadilan karena semua bukti telah mereka miliki.

“Oleh karena kita berharap hakim dapat independen dalam memutuskan perkara ini,” tandasnya. Sementara dalam sidang lapangan, selain dihadiri  para penggugat dan tergugat, juga dihadiri puluhan anggota Majelis Pemuda Pancasila Cabang Kota Palembang, yang nampaknya mengamankan jalannya sidang. “Kedatangan sengaja mengawal agar kasus ini berjalan adil. Selain itu, sesuai visi dan misi organisasi pemuda pancasila yang berjuang untuk masyarakat, kami sengaja mengawal untuk ikut memperjuangkan masyarakat karena penggugat sendiri merupakan warga biasa yang kami nilai telah dizholimi,” pungkas Hery Suyatno, selaku Sekretaris Majelis Pemuda Pancasila Cabang Kota Palembang.(rob)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses