Pembunuh Giseli Dituntut Pasal Berlapis

Pembunuh Giseli Dituntut Pasal Berlapis
Terdakwa Abu Salim, pelaku pembunuh Giseli saat berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, saat persidangan perdana, Senin (11/4). F prabu Palembang Pos
Posted by:

PRABUMULIH – Kasus pembunuhan Giseli Nabila Novitasari (18), warga Jalan Alipatan Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, kini memasuki babak persidangan.
Abu Salim (51), warga jalan Arimbi Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur, yang diduga membunuh korban menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Prabumulih, Senin (11/04).
          Dalam sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Prabumulih, yang terdiri dari Romzah Indratara SH dan Novrin Maladi SH, Abu Salim didakwa pasar berlapis yaitu Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.Kemudian, Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang serta Pasal 114 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba.
         “Terdakwa dengan sengaja melakukan penganiayaan hinggga  menewaskan korban, sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 3. Tanpa hak menguasai narkotika kelas 1 sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat 1,” ujar Novrin saat membacakan dakwaan di persidangan.
          Dalam persidangan yang diketuai Majelis Hakim, Subagio SH MH dan Hakim anggota, Yudi Dharma SH dan Dendi Firdiansyah SH tersebut terungkap, sebelum terdakwa membunuh korban terdakwa sempat mengkonsumsi ekstasi dan juga obat kuat.
“Sebelum menuju hotel terdakwa sempat memesan pil ekstasi dari Heny, selanjutnya setelah mendapatkan pesanannya terdakwa mengkonsumsi 1 butir dan 1 butirnya lagi diberikan kepada korban,” kata Novrin. Sementara mengenai penyebab terdakwa membunuh korban, dalam dakwaannya jaksa menyebutkan diduga lantaran terdakwa kesal ketika korban meminta bayaran.
Sementara saat itu terdakwa tidak dapat menyalurkan hasratnya, lantaran korban sedang mengalami menstruasi. Usai mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk menanggapi dakwaan tersebut.
Kesempatan itu dimanfaatkan Abu Salim, dengan berkonsultasi dengan penasehat hukumnya yang ditunjuk oleh majelis hakim. Setelah berkonsultasi, akhirnya penasehat hukum terdakwa, Marshal fransturdi SH menyatakan tidak akan mengajukan keberatan.
Selanjutnya, majelis hakim menunda persidangan selama 1 minggu dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. “Sidang akan kita lanjutkan 18 April mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, terdakwa tetap ditahan sidang ditutup,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sabtu (28/11) yang lalu pengunjung dan pegawai hotel mercuri digemparkan dengan tewasnya tamu hotel kamar No 08 bernama Giseli Nabila Novitasari dalam keadaan bugil didepan kamar yang disewanya. Belakangan, Satreskrim Polres Prabumulih meringkus dan menetapkan Abu Salim, pria yang terakhir kali bersama Giseli dikamar tersebut. (abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses