Pemerkosa Yuyun Didatangi Sosok Hitam

Pemerkosa Yuyun Didatangi Sosok Hitam
Solidaritas Untuk Yuyun menggelar aksi simpatik di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/5). Mereka meminta pemerintah untuk menindak tegas pelaku pemerkosaan Yuyun. Foto Ricardo/jpnn.com
Posted by:

BENGKULU – Aji, ayah salah satu tersangka pemerkosa Yutun masih mengingat betul detik-detik ketika anaknya ditangkap. Ketika itu, anaknya tersebut tidur di sebelahnya.
“Dia dalam keadaan merangkul saya dari belakang,” ujar pria warga Desa Kasie Kasubun, Rejang Lebong, Bengkulu, Sabtu (07/05). Tiba-tiba, beberapa pria mendobrak pintu. Berpakaian hitam-hitam, mereka mengaku sebagai anggota Polres Rejang Lebong. Dengan suara lantang, salah seorang di antara pria itu meminta S untuk bangun.
S, tutur Aji, bertanya kepada pria-pria itu, apa kesalahannya. Namun, sama sekali tidak ada jawaban. ”Saya ingat dengan jelas, anak saya bertanya sebanyak tiga kali soal kesalahannya. Tapi, tidak terjawab,” ujarnya.
Karena tidak ada penjelasan itulah, Aji yang sedang sakit memberanikan diri mencegah petugas mengambil anaknya. Tapi, usaha itu sia-sia. Petugas tidak ingin mendengarkan penjelasannya. ”Anak saya langsung disuruh masuk ke mobil,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Jawa Pos, sepanjang 2015 terdapat 84 kejahatan yang terjadi pada perempuan dan anak di Rejang Lebong, wilayah yang berada di perbatasan Bengkulu dan Sumatera Selatan. Terdiri atas 38 kekerasan fisik, 36 kekerasan seksual, dan 10 penelantaran anak.
Tahun ini ada indikasi tren kejahatan tak menurun. Pada rentang waktu Januari hingga Maret 2016, sudah terjadi 36 kejahatan yang menimpa perempuan dan anak. Yakni 31 kekerasan fisik dan 5 kekerasan seksual.

#Keluarga Yuyun Juga Harus Dilindungi
Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berharap semua pihak melindungi hak Yuyun (14), korban pemerkosaan dan pembunuhan beserta keluarganya. Menurut Wakil Ketua LPSK, Lili Pintauli Siregar, semua pihak sudah semestinya membantu memulihkan ketakutan keluarga dan masyarakat akibat tindakan keji terhadap siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Palak Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu itu.
Lili mengatakan, pemerintah daerah bisa memberikan pemulihan kepada keluarga Yuyun dan masyarakat setempat. “Pemda perlu mengambil tindakan nyata berupa pemulihan psikologis untuk masyarakat dan keluarga korban serta adanya pembenahan infrastruktur sehingga peristiwa serupa bisa dihindari,” kata Lili, Minggu (8/5).
Menurutnya, LPSK akan memberikan bantuan kepada orang tua Yuyun. Bentuknya berupa rehabilitasi psikologis maupun pendampingan sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban.
Lili menegaskan, undang-undang memungkinkan LPSK memberikan perlindungan darurat kepada keluarga korban. Dengan banyaknya pelaku pemerkosaan dan pembunuhan atas Yuyun, maka sangat mungkin ada ancaman yang diterima keluarga korban. Apalagi desa tempat tinggal keluarga korban pun berdekatan dengan desa para pelaku.
Hal itulah yang menjadi perhatian LPSK. “LPSK segera berkordinasi dengan aparat terkait untuk mengambil langkag nyata bagi keluarga korban. Semua ini untuk menjamin hak-hak keluarga korban tetap terpenuhi,” pungkas Lili.

#Siswi SMA Dibawa
Kabur Pria Misterius
Di sisi lain, Wi (16), siswi SMA di Bengkulu, dibawa kabur seorang pria yang belum dikenalnya. Sang ibu, Da (38), akhirnya melapor ke Polres Bengkulu. Dalam laporannya, Da menceritakan kejadian ini berawal saat pelaku datang ke rumahnya di Jalan Sadang Kelurahan Lingkar Barat, Selasa (3/5), sekitar pukul 13.00 WIB.
Kebetulan saat itu dirinya sedang tak berada di rumah. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku yang mengajak Wi untuk keluar dari rumah tanpa diketahui tujuannya. Da yang baru pulang ke rumah beberapa jam kemudian, kaget tak menemukan keberadan Wi.
Hingga sore, Wi tak kunjung kembali sementara handphonenya juga tidak aktif. Hal ini membuat Da semakin cemas. Sementara itu, berdasarkan keterangan dari tetangganya didapatlah informasi kalau Wi sempat terlihat pergi bersama seorang pria menggunakan sepeda motor. Informasi itu semakin membuat Da semakin cemas. Hingga akhirnya Da pun memilih melaporkan kejadian itu ke polisi, Rabu (4/5).
Kasubid Penmas Polda Bengkulu, Kompol. H. Mulyadi mengatakan, laporan korban sudah diproses dan ditindaklanjuti. Dikatakannya saat ini saksi-saksi sudah dimintai keterangannya. “Laporannya sudah masuk, saat ini masih diproses oleh penyidik. Untuk orangtua yang memiliki anak perempuan agar tetap bisa dipantau pergaulannya,” ujarnya. (fiz/sam/idr/ttg/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses