Pemilik Rumah Mewah Masih Ngeyel

Pemilik Rumah Mewah Masih Ngeyel
Pajak rumah mewah yang masih menjadi target Dirjen Pajak lantaran masih banyak wajib pajaknya yang malas bayar pajak. Foto Koer PALEMBANG POS
Posted by:

PALEMBANG – Direkrorat Jenderal Pajak Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung memberikan apresiasi terhadap masyarakat yang sebagian besar sudah sadar akan kewajiban membayar pajak. Namun, untuk pajak rumah khususnya rumah mewah masih banyak yang ngeyel alias enggan membayar pajak.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumsel Kepulauan Bangka Belitung, Samon Jaya mengatakan, tingkat pendaftaraan surat pemberitahuan (SPT) pajak yang berlangsung sejak Maret hingga April 2016, ini termasuk sudah tinggi. “Tapi untuk kesadaran membayar pajak khususnya rumah mewah masih rendah. Dari data dari 2014, sebanyak 1.460 wajib pajak diperiksa oleh penegak hukum terhadap kewajiban pajak pada tahun sebelumnya,” ujarnya.
Terkait rendahnya pemilik rumah mewah yang kesadarannya masih rendah untuk membayar pajak, Samon mencontohkan salah satu perumahan mewah tersebut terletak di kawasan Jalan Pipit kecamatan Ilir Timur dua Palembang.
“Terlihat jelas kawasan itu merupakan kawasan perumahan elite atau mewah yang dimiliki banyak pengusaha maupun beberapa pejabat instansi lainnya. “Kita tidak bisa menyebutkan nama pemilih hunian, namun memang belum mencapai 50 persen hunian disana sadar akan membayar pajak,” tegasnya.
Dia melanjutkan, hal ini akan terus dipantau dan diterjunkan tim khsusus untuk menyadarkan pemilih rumah terhadap pajak yang wajib dipenuhi. “Dari target perolehan pajak Pasal 25/29 dan PP 46 yakni perolehan PPh, pajak penghasilan pada usahawan sebanyak Rp130, 719 miliar dengan perolehannya hanya Rp16,246 miliar, atau sekitar 12 persen dan untuk usahawan hanya sekitar 13 persen,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, upaya penertiban pajak yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak yakni melakukan mapping (pemetaan) berdasarkan alamat wajib dan objek pajak. Sejauh ini, pihaknya sudah mempersiapkan pendataan pajak yang lebih akurat.
“Diantaranya pemetaan objek pajak berdasarkan alamat, dan telah mempersiapkan tim analisis yang merencana kan mapping subjek pajak berdasarkan alamatnya mereka,” tuturnya.
Ketika sudah memiliki data dan melakukan tinajaun terhadap pihak yang ngeyel pajak. Samon menambahkan, pihaknya akan melayangkan surat himbauan, kemudian pemeriksaan hingga akhirnya pemberian sanksi. “Untuk tahapan sanksi juga disesuaikan dengan kondisi subjek pajak,” pungkasnya. (nik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses