Pendi Dibunuh depan Rumah Makan

Pendi Dibunuh depan Rumah Makan
Posted by:

SOEKARNO-HATTA – Aksi pembunuhan kembali terjadi Senin (17/02), sekitar pukul 23.00 WIB, di Jalan Soekarno Hatta, depan RM Kelapa Gading, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Korbannya Pendi (21), warga Jalan Tanjung Barangan, Talang Bubuk, RT 07/03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Pria ini ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengalami luka tusuk di dada kanan, dan punggung kanan. Sementara pelaku pembunuhan tersebut, belum diketahui identitasnya. Setelah sempat divisum di Kamar Mayat RSMH Palembang, jenazah Pendi dibawa pulang keluarga untuk dikebumikan.
Menurut Ansori (50), ayah korban, ia tahu anaknya tewas, setelah diberitahu tetangganya, sekitar pukul 23.45 WIB. ‘’Setelah itu, saya langsung ke rumah sakit. Sampai disana, rupanya benar Pendi sudah tak bernyawa,” jelas Ansori ditemui wartawan di kediamannya, kemarin (18/02) siang.
Dikatakan Ansori, Pendi dimakamkan di Pemakaman Talang Raden, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (18/02). Pemakaman Pendi dihadiri keluarga dan teman-teman almarhum. “Saya berharap polisi dapat mengusut tuntas dan menemukan pelaku pembunuhan anak bungsu saya. Saya juga sudah membuat laporan ke polisi,” ungkap Bapak tiga orang anak ini.

Sementara ibu Pendi, Siti Fatimah (45) mengaku, dirinya tak memiliki firasat akan kepergian Pendi. Namun, sebelum pergi dari rumah, Pendi ada terlihat aneh. ‘’Sebelum pergi, Pendi tidak sempat pamitan. Padahal biasanya Pendi selalu ngomong atau pamit dengan saya, setiap mau keluar rumah,” terangnya.
Kapolsekta IB I Kompol Budi Santoso, melalui Kanitreskrim Ipda Sukono SH, membenarkan kejadian tersebut. ‘’Kita sudah melakukan olah TKP, dan keluarga korban sudah membuat laporan polisi. Saat ini, kita sedang menyelidiki siapa pelaku pembunuhan tersebut,” tegasnya.

#Wanita Ditemukan Tewas
Sementara itu, seorang perempuan tak dikenal (Mrs X), ditemukan tewas, Selasa (18/02), pukul 06.00 WIB, di Jalan Pangeran AK Abdurrahman, RT 18/07, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil. Adapun cirri-ciri korban berusia sekitar 30 tahun, berambut pendek, mengenakan celana jeans pendek, baju kaos kuning motif tulisan shopping home, hidung dan mulut berdarah, kepala juga luka robek dan mengeluarkan darah.
Kapolsekta IB I Kompol Budi Santoso, melalui Kanitreskrim Ipda Sukono SH, membenarkan penemuan mayat tersebut. Jenazahnya pertama kali ditemukan warga yang melintas di TKP. Setelah melihat jenazah korban penuh luka, warga melapor ke polisi, hingga jenazahnya dilarikan ke Kamar Mayat RSMH Palembang, untuk diotopsi.
‘’Namun diduga mayat tersebut korban kecelakaan, karena tidak ada luka kekerasan di tubuhnya. Hanya dibagian kepalanya luka-luka. Hingga saat ini belum ada keluarga yang merasa kehilangan kerabatnya. Diimbau kepada masyarakat yang mengetahui identitas korban untuk mengecek ke Kamar Mayat RSMH Palembang, serta melapor ke polisi,” tegasnya.

#Budi Tewas Depan Kafe
Terpisah, diduga sakit, Budi Yanto (34), warga Jalan Glatik, RT 27/06, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II, tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit, setelah ditemukan warga didepan kafe Batman, dikawasan Eks Lokalisasi Teratai Putih alias Kampung Baru, Kecamatan Sukarami, kemarin (18/2), sekitar pukul 05.30 WIB.
Buruh bangunan ini ditemukan warga sekitar, sempat berjalan sempoyongan, kemudian jatuh masuk parit. Kemudian ditolong dan dilarikan ke RS Myria cabang Charitas. Namun nyawa Budi tidak tertolong, karena meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kemudian, jenazahnya dilarikan ke Kamar Mayat RSMH Palembang, untuk divisum.
Tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh korban. Sementara dari ibu korban datang ke RSMH Palembang, setelah mendapat informasi warga dan anggota Polsekta Sukarami.  Korban meninggal dunia diduga kuat karena sakit. “Anak saya benar sakit,” kata ibu korban kepada Kanit Reskrim Polsekta Sukarami Iptu AK Sembiring, kemarin.
Sementara setelah mendapat laporan dari warga, anggota SPK dan anggota Reskrim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi yakni Yudi Rachman,
dan Ali Ahmad, juru parkir di lokasi kejadian.     “Kita sudah melakukan tindakan, mendatangi lokasi, memintai keterangan saksi. Dari tubuh korban tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban meninggal karena sakit,” kata Imam.

#Rekontruksi Pembunuhan Suami
Secara terpisah, sibuan masyarakat menyaksikan rekontruksi kasus pembunuhan Solihan (35), warga Blok Q, Batumarta Unit I, Kecamatan Lubuk Raja, Ogan Komering Ulu (OKU), yang didalangi istrinya sendiri Puji Lestari (25), pada 27 April 2013 silam.
Pantauan dilapangan, Selasa (18/2), rekontruksi yang dilakukan dari pukul 09.00 WIB oleh jajaran Polres OKU melalui Polsek Lubuk Raja, terlihat ribuan warga Batumarta tumpah ruah menyaksikan pelaku saat melakukan eksekusi terhadap korban. Rekontruksi dilakukan sebanyak 24 adegan, bermula ketika tersangka Puji selaku istri korban, merencanakan pembunuhan suaminya Solihan, bersama selingkuhannya Riadi (41), warga Blok Q, Batumarta Unit I, Kecamatan Lubuk Raja bertemu di bronjong di wilayah setempat.
Terlihat pelaku Puji pada adegan ketiga memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada Handoko (36), warga Blok S Desa Batumarta Unit I, yang dibantu tersangka Rio Ardiansyah (24), warga Blok A Batumarta Unit I, Lubuk Raja, OKU selaku eksekutor pembunuhan.
Kemudian tersangka Puji memberikan kode dengan mengirim SMS melalui telepon genggamnya kepada pelaku Handoko, untuk membuntuti korban yang saat itu dibonceng pelaku Puji dengan motor agar melakukan pembunuhan tersebut.
Tiba di tempat kejadian perkara (TKP) di Batumarta Blok Q unit I tepatnya di kebun karet, pelaku Handoko dan Rio menyalip sepeda motor yang dikendarai korban bersama pelaku dan langsung menodongkan senjata api ke kepala Solihan, lalu membawanya ke dalam kebun karet tersebut.
“Pada adegan ke-18, sempat terjadi perkelahian antara pelaku Handoko dan korban. Kaca helm yang digunakan pelaku pecah akibat pukulan dari korban,” kata Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH, melalui Kapolsek Lubuk Raja M Roy Zulisrin saat menggelar rekontruksi di Batumarta.
Kemudian, kata Roy, korban ditembak pelaku di bagian punggung tembus ke dada kiri hingga meninggal dunia di TKP. Saat eksekusi terjadi, lanjut Roy, pelaku Puji menunggu dengan jarak 25 meter dari kebun karet di TKP pembunuhan tersebut bersama tersangka Rio.
“Setelah korban tewas, pelaku Puji berlari ke arah perkampungannya meminta bantuan warga setempat dengan alasan bahwa dirinya dan suaminya telah dirampok. Saat warga datang sudah mendapati korban tak bernyawa dengan posisi terlentang,” jelasnya.
Dikatakan Roy, rekontruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada 27 April 2013 tersebut, guna melengkapi proses hukum dan mengetahui kebenaran bagaimana cara pelaku menghabisi nyawa korbannya. “Kami juga sudah memanggil dua orang saksi, yakni Budi dan Warsito merupakan warga setempat yang pertama kali mendapati korban tak bernyawa di kebun karet setelah sebelumnya dipinta Puji untuk menolong,” katanya.
Ia mengungkapkan, atas perbuatan tersebut,  pelaku diancam pasal 340 subsider 338 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. “Untuk pelaku Fuji dan Riadi ditambah pasal 55 dan 56 karena sebagai orang yang merencanakan dan menyuruh pembunuhan,” ujarnya.
Sementara, Pur (34) selaku adik ipar pelaku Riadi mengaku, tidak meyangka jika tersangka Puji merupakan otak pembunuhan terhadap suaminya sendiri. Dikatakannya, tersangka Puji sudah dianggap oleh kakaknya seperti saudara sendiri, tetapi tega menghancurkan rumah tangganya dengan mengajak kakak iparnya melakukan perselingkuhan, serta mendalangi pembunuhan tersebut.
“Hancur pak rumah tangga kakak saya gara-gara dia (Puji .Red). Apa yang diperbuatnya bersama kakak ipar saya itu merupakan perbuatan binatang, saya minta para pelaku dihukum yang setimpal,” katanya sembari menambahkan kalau Riadi saat ini memiliki tiga orang anak. (cr02/day/len)

Caption: Suasana rekontruksi pembunuhan korban Solihan, yang dilakukan istrinya atau tersangka Puji Lestari, bersama selingkuhannya Riadi, serta dua tersangka lainnya. (Foto eko/Palembang Pos)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses