Pengakuan Cecep Supriadi, Tersangka Pemilik Dua Pucuk Senpi Rakitan

Pengakuan Cecep Supriadi, Tersangka Pemilik Dua Pucuk Senpi Rakitan
Posted by:

Dilaporkan Keluarga, Sudah 7 Kali Diledakkan

Kondisi kusut dan murung terlihat di wajah Cecep Supriadi (33), warga Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Muara Enim. Tersangka dibekuk tim gabungan reskrim Polres Muara Enim dan Polsek Gunung Megang, karena menyimpan dua pucuk senjata api rakitan jenis kecepek. Berikut penuturan pria ini kepada Palembang Pos.

Lukman – Muara Enim

Dengan mengenakan baju tahanan lengan pendek warna biru dan celana pendek jeans, Supriadi dikawal anggota Reskrim Polres Muara Enim, masuk ke ruang Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH MH, beberapa hari lalu. Sambil menggiring tersangka, petugas juga membawa barang bukti berupa 2 pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis kecepek, dan sebuah tas.
Tas sandang milik tersangka itu, ternyata berisi amunisi kecepek, diantaranya serat sabut kelapa, potongan timah, bambu takaran amunisi dan batere senter, serta tanduk untuk suling memanggil kijang.
Memasang raut wajah penuh penyesalan, Supriadi yang memiliki seorang anak, buah perkawinannya dengan istrinya Heni ini, menceritakan kenapa dia nekat memiliki senjata. Selain itu dia juga mengaku tahu siapa orang melaporkannya memiliki senpi rakitan kepada polisi, hingga akhirnya dia ditangkap.
Menurut tersangka, dia memiliki senjata api rakitan itu sudah setahun lalu. Senjata dibelinya dari seorang tetangganya di kebun bernama Andi (DPO). “Aku membeli 2 pucuk senjata itu seharga Rp 200 ribu dengan Andi,” jelas tersangka.          
Alasannya membeli senjata itu untuk menjaga kebun dan ternak. Karena kelompok taninya mendapatkan bantuan ternak sapi dari pemerintah. Selain untuk menjaga ternak, juga untuk menjaga kebun dari serangan hama babi dan monyet, yang tak bias dibunuh de4ngan senapan angin.
Dijelaskannya, dia sengaja membeli senjata itu sampai dua puncuk, tujuannya yang ukuran kecil digunakan untuk menembak monyet, sedangkan senjata yang ukuran besar digunakan untuk menembak babi. “Senjata itu Cuma aku gunakan menembak  hama babi dan monyet, tidak pernah aku salah gunakan untuk melakukan kejahatan,” aku tersangka dihadapan Kasat Reskrim.
Tersangka mengaku, selama senjata itu berada di tangannya, sudah 7 kali diledakkan untuk menembak babi dan monyet. Namun setiap kali diledakkan, tidak selalu mengenai babi maupun monyet. Senjata itu pernah disimpannya di kebun, ketika gubuk di kebunnya masih bagus. Tetapi setelah gubuknya rusak, senjata itu disimpan di rumahnya.
Diakuinya, senjata yang disimpannya sampai diketahui petugas dan hingga dia ditangkap karena dilaporkan seseorang yang masih keluarganya sendiri. Awalnya, sekitar 7 bulan lalu, dia menyetrum ikan di rawa-rawa di desanya. Lalu keluarganya tersebut marah-marah kepadanya. Alasannya, karena rawa-rawa itu keluarganya menemukan, sehingga kalau mau mengambil ikannya harus mengajaknya.
“Saat itu aku bilang supaya jangan marah-marah, karena aku ini masih kakaknya. Disitulah aku dibilang menodongnya pakai senjata itu, padahal aku sama sekali tidak menodongnya pakai senjata, hingga akhirnya aku ditangkap,” kisah tersangka.
Tersangka sendiri mengaku sangat menyesali perbuatannya dan pasrah untuk menjalani hukuman yang akan dijatuhkan. “Aku mengerti bahwa menyimpan senjata rakitan melanggar hukum, tetapi aku terpaksa melakukannya, karena untuk menjaga kebun. Aku akan menjalani hukuman yang dijatuhkan nanti,” tambahnya.
Kapolres Muara Enim AKBP M Aris, melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH MH, didampingi Kapolsek Gunung Megang AKP Jhon Saibi mengatakan, setelah menangkap tersangka, anggota berupaya menangkap tersangka Andi yang menjual senjata itu. Namun Andi keburu lari.
“Dalam kasus ini tersangka dijerat UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 15 tahun. Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menyimpan senpi rakitan, baik diperoleh dengan cara membeli maupun membuat sendiri, supaya menyerahkannya kepada aparat. Karena tindakan mereka melanggar hukum,” jelas Kasat Reskrim. (**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses