Pengesahan Alat Bukti Ditunda

Pengesahan Alat Bukti Ditunda
Posted by:

 

PAGARALAM,-

Sidang adjudikasi penyelesaian sengketa proses Pemilihan Umum yang digelar Badan Pengawas Pemilu Kota Pagaralam, kemarin (27/8/18) tak membuahkan hasil. Sidang yang mestinya mengesahkan alat bukti dan pembacaan kesimpulan ditunda.

Sidang adjudikasi tersebut digelar di Pengadilan Agama kompleks SDN Negeri 73 Pagaralam, Gunung Gare. Menghadirkan pemohon Zulfikri ST dari Partai Perindo dan KPU Kota Pagaralam sebagai termohon. Sidang dimulai pukul 08.00 WIB, berakhir pukul 10.00 WIB. “Sidang kami tunda dulu,” ucap Ketua Bawaslu Kota Pagaralam, Edy Budi Ahmadi SE, selaku pimpinan majelis sidang, didampingi anggota, Ihwan Nopri SE dan Emi Deshartika SPd, usai sidang.

Menurut Edy, sidang ditunda karena pihak termohon maupun termohon tidak mengajukan alat bukti sesuai dengan format dari Bawaslu. Format alat bukti ini katanya, wajib diikuti termohon dan termohon. Karena tidak sesuai format, pihaknya tidak bisa melakukan pembuktian dan pengesahan. “Sidang akan kami gelar kembali dengan agenda pengesahan alat bukti pada Rabu (29/8/18) besok (hari ini, red),” kata Edy pula.

Koordinator Divisi Penindakan sekaligus anggota majelis sidang adjudikasi, Ihwan Nopri SE menambahkan, sidang mestinya beragendakan pengesahan alat bukti dan pembacaan kesimpulan dari termohon maupun pemohon. “Karena pengesahan alat bukti ditunda, pembacaan kesimpulan juga ditunda,” ujar Ihwan.

Ihwan membantah bila penundaan sidang disebut sebagai upaya Bawaslu untuk mengulur-ulur waktu. Ia menjamin, penundaan sidang sudah sesuai dengan prosedur serta ketentuan yang berlaku. “Enggak ada lobi-lobi. Keputusan diambil berdasarkan fakta persidangan,” tegasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Zulfikri ST selaku pemohon tak mempersoalkan penundaan sidang. Ia mengaku, akan mengikuti sidang ini sesuai dengan jadwal dari Bawaslu Kota Pagaralam. “Kami akan patuhi,” ucapnya.

Sementara itu Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Hukum, Hendri SE tak menampik bila alat bukti yang disampaikan tak sesuai dengan format dari Bawaslu. Namun Hendri menyebutkan kesalahan ini bukan sepenuhnya dari KPU. “Mestinya, dari jauh-jauh hari Bawaslu mengasih tahu formatnya seperti apa,” katanya. Toh Hendri memastikan, pihaknya akan memperbaiki alat bukti sesuai dengan format dari Bawaslu.

Setelah Zulfikri dari Partai Perindo, sidang adjudikasi kemarin juga menghadirkan pemohon dari Demokrat. Agendanya kata Edy, juga mengesahkan alat bukti dan pembacaan kesimpulan. “Untuk Partai Demokrat, sidangnya kami  gelar jam 2 siang hari ini (kemarin, red) juga,” ucap Edy.

Bila alat bukti yang diajukan Demokrat dan KPU masih belum sesuai dengan format dari Bawaslu, Edy mengatakan, pihaknya juga akan menunda sidang sampai dengan hari Rabu (29/8/18). “Kalau ada kemungkinan, sidang dua partai itu akan kami gabung,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Perindo dan Demokrat menggugat KPU ke Bawaslu Kota Pagaralam. Ini dikarenakan KPU mencoret salahsatu Bacaleg dari dua partai tersebut dengan alasan merupakan mantan narapidana korupsi. (cw08)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses