Penguasa Kalijodo jadi Tersangka

Penguasa Kalijodo jadi Tersangka
Kawasan Kalijodo.
Posted by:

JAKARTA – Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan bos Kalijodo, Abdul Aziz alias Daeng Azis sebagai tersangka kasus memudahkan perbuatan cabul pada Senin (22/2). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti mengatakan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan pengembangan dari pemilik kafe Jelita, Udin Nakku alias Daeng Nakku yang lebih dahulu diamankan polisi pada Minggu (21/2).
“Iya (dari kasus Daeng Nakku),” ujarnya singkat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. Krishna melanjutkan, Daeng Nakku mempermudah perbuatan cabul dengan menyediakan pekerja seks komersil (PSK) dan kamar. Sedangkan Daeng Azis, kata dia, mendistribusi minuman keras dan alat kontrasepsi. “Kami akan panggil yang bersangkutan (Daeng Azis). Tapi sebagai tersangka,” beber Krishna.
Sebelumnya diketahui, polisi berhasil mengamankan Daeng Nakku atas laporan seorang PSK berinisial N alias Novi pada Minggu (22/2).Novi diketahui, akan diintimidasi bila tidak mau melayani pengunjung yang datang. Berdasarkan laporan no LP/134/II/2016/PMJ/Dit Reskrimum tgl 20 Februari 2016, terlapor Daeng Nakku dikenakan pasal 296 KUHP dan 506 KUHP yaitu mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan sebagai mucikari mengambil untung dari pelacuran perempuan.
Terpisah, aparat Polda Metro Jaya meringkus seorang muncikari di lokalisasi Kalijodo, Jakarta Utara berinisial UN alias Daeng Nakku, Minggu (21/2) malam. Selain sebagai muncikari, Nakku juga pemilik Kafe Jelita Kalijodo di Jalan Kepanduan II, RT 01/RW 05, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Menurut Kasubdit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Polda Metro Jaya AKBP Suparmo, penangkapan tersebut berawal dari seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial N alias Novi. Dari laporan Novi, ternyata Daeng Nakku menggunakan usaha kafe miliknya untuk bisnis esek-esek.
“Kafe selain digunakan untuk karaoke juga digunakan untuk praktik prostitusi. Tersangka menyewakan kamar di lantai dua dan tiga sebanyak enam kamar. Satu kamar Rp 60 ribu per jam,” kata Sumarno, Senin (22/2).
Lebih lanjut Sumarno menjelaskan, Nakku selain memfasilitasi kamar untuk esek-esek juga memperdagangkan Novi. Bagi pria hidung belang yang ingin menggunakan jasa Novi, maka Daeng mematoknya dengan harga Rp 200 ribu.
Karenanya polisi pun menjerat Daerng. “Tersangka mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan sebagai mucikari mengambil untung dari pelacuran perempuan,” papar Sumarno.
Dari penangkapan atas Nakku, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi. Sumarno bahkan meyakini penyidikan atas Nakku tak akan memakan waktu lama untuk bisa segera diserahkan ke kejaksaan.
Kini Nakku telah menyandang status tersangka. ”Tersangka akan dikenai pasal 296 KUHP dan 506 KUHP ?tentang memudahkan perbuatan cabul dan diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan,” pungkas Sumarno.
Di sisi lain, penutupan lokasi prostitusi Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, memicu kecemasan daerah lain. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bandarlampung khawatir eks PSK Kalijodo eksodus ke Kota Bandarlampung. Karenanya, dewan meminta pemerintah kota setempat mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Bandarlampung Syarif Hidayat menuturkan, salah satu dampak penutupan Kalijodo tentunya akan membuat PSK untuk mencari tempat prostitusi ke luar. Bagi PSK yang belum mau beralih profesi, bisa jadi Bandarlampung merupakan salah satu kota yang mereka tuju. Mengingat, jarak Jakarta-Bandarlampung tidaklah jauh.
”Meskipun sejauh ini belum ada laporan adannya gelombang eksodus PSK eks Kalijodo, tidak ada salahnya pemkot bergerak mengantisipasinya,” ujar Syarif kepada Radar Lampung (Grup Palembang Pos), kemarin. Menurutnya, Bandarlampung saat ini sedang pesat dalam hal pembangunan hotel, spa, refleksi, dan sejumlah tempat untuk memanjakan diri.
Selain itu, ada daerah yang digadang-gadang sebagai pusat lokalisasi Bandarlampung. ”Siapa saja boleh datang berusaha dan mengadu peruntungan hidup di kota ini. Jika tidak cepat dilakukan pengawasan dari pemkot, kota ini akan mengalami efek eksodus Kalijodo,” tandasnya.
Bergerak dari pernyataan tersebut, Radar menelusuri ke tempat yang selama ini digadang-gadang sebagai pusat lokalisasi Bandarlampung, yakni kawasan Kampungsawah, Kelurahan Waylunik, Kecamatan Panjang. Dari hasil perbincangan dengan warga, memang belum terlihat tanda-tanda eksodus Kalijodo.
”Belum ada lho mas. Mungkin menang karena di Kalijodonya proses penggusuran belum dilakukan. Tapi nggak tahu juga nanti kalau penggusuran jadi dilakukan,” ujar warga setempat yang enggan disebut namanya. Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memastikan bahwa eksekusi kawasan Kalijodo dilakukan paling lambat 29 Februari.

#Warga Kalijodo Mulai Tempati Rusun
Terpisah, warga Kalijodo sudah mulai menerima kenyataan bahwa mereka harus menyingkir dari kawasan hiburan malam tersebut menyusul rencana penertiban oleh Pemprov DKI Jakarta pekan depan. Sebagian dari mereka bahkan ada yang sudah mengemasi barang-barang dan pindah ke rumah baru.
Kemarin, Minggu (21/2), sebanyak 40 kepala keluarga (KK) mulai menempati Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Mereka semua berasal dari lingkungan RW 05, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang merupakan bagian dari kawasan Kalijodo. Warga terpaksa mengambil rusun yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI itu lantaran khawatir bila kawasan hitam itu digusur, mereka tidak akan punya tempat berteduh.
Pemkot Jakarta Utara mengantarkan puluhan warga itu ke rusunawa menggunakan bus sekolah. Mereka berangkat menggunakan empat bus yang disediakan Pemprov DKI dari halaman Hotel Best Western Hariston, yang terletak tak jauh dari Kalijodo.
Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengatakan sebenarnya yang berangkat ke Rusunawa Marunda ada 80 KK. Semua warga yang ingin direlokasi itu adalah warga RW 05, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
”Puluhan warga itu sebelumnya telah mendaftar untuk menempati rusunawa. Adapun warga yang berhak menempati rusunawa adalah mereka yang memiliki KTP DKI,” ujar Rustam kepada wartawan usai melepas keberangkatan puluhan warga ke Rusunawa Marunda, Minggu (21/2).
Lebih lanjut, dia mengatakan dari 80 KK, hanya 40 yang diantar untuk menempati rusun. Sedangkan 40 KK lainnya, hanya melakukan survei melihat lokasi rusunawa. Menurutnya, pemindahan warga Kalijodo ke Rusunawa Marunda guna mempercepat proses relokasi.
”40 KK yang direlokasi ke Rusunawa Marunda akan ditempatkan di Blok A 11. Pemkot Jakarta Utara juga ikut membantu memindahkan barang-barang warga yang hari ini pindah menggunakan beberapa truk Satpol PP,” ujar juga orang nomor satu di Pemkot Jakarta Utara tersebut.
Lebih lanjut, Rustam juga mengatakan, hingga saat ini sudah 180 KK yang mendaftar untuk di relokasi ke Rusunawa Marunda. Tapi, dia juga menegaskan kalau dari ribuan warga yang tinggal di Kalijodo yang akan digusur tidak semuanya berhak menempati rusunawa.
”Yang tercatat ada 202 KK yang menempati lahan seluas 1,6 hektare. Sedangkan rusun tersedia di Rusunawa Marunda ada 350 unit. Warga kami imbau segera pindah, sebelum penertiban. Untuk relokasi warga, bus dan truk untuk mengangkut barang-barang warga kami sediakan,” tegas Rustam juga.
Lebih lanjut dia mengatakan, terkait adanya warga yang memiliki sertifikat, pihaknya akan melaporkan itu kepada Gubernur DKI. ”Saya juga akan mengecek ke BPN. Bangunan di sana tidak ada IMB. Kalau yang ada sertifikat, nanti saya lapor ke gubernur,” paparnya lagi.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Choiruddin mengatakan pihaknya mengerahkan enam mobil Satpol PP untuk membantu relokasi warga ke Rusunawa Marunda. ”Pemprov DKI menyiapkan sekitar 400 unit rusunawa untuk warga Kalijodo. Yakni di Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara dan Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur,” terangnya kepada koran ini, kemarin (21/2).
Sementara itu, Posko Pendaftaran dan Penanganan warga RW 05 Kalijodo, yang tadinya berada di Kecamatan Penjaringan, kemarin (21/2) dipindahkan ke Jalan Teluk Gong Raya di dekat Hotel Hariston. Pemindahan posko itu guna memudahkan warga Kalijodo yang hendak pindah ke rusunawa. (dai/dil/sur/sam/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses