Pengusaha Air Isi Ulang Diduga Bandar Narkoba

Pengusaha Air Isi Ulang  Diduga Bandar Narkoba
Tersangka Majid (Kaos kerah motif garis-garis putih hitam), tersangka Suwandi (kaos oblong merah), dan saksi Sri Wahyuni, yang diamankan polisi. Foto maryati/palembang pos
Posted by:

LUBUKLINGGAU – Dua warga Jalan Pelita, Kelurahan Wirakarya, Lubuklinggau Timur II, diringkus Tim Satres Narkoba Polres Lubuklinggau. Keduanya diduga bandar narkoba diwilayah tersebut, yakni tersagka Majid (48), dan Suwandi (31). Selain itu polisi juga mengamankan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Sri Wahyuni (35), sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Bersama ketiganya polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) 7 paket sabu-sabu, 2 unit  Handphone (Hp), timbangan digital, 7 buah sekop, 1 kg tawas/soda api. Kedua tersangka berikut saksi diamankan di kediaman Target Operasi (TO), yakni di rumah tersangka Majid,  di Jalan Pelita Jaya, Senin (21/3), sekitar pukul 11.00 WIB.
Berawal ketika polisi melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa ada BB di  kediaman tersangka Majid. Lantas polisi melakukan penyergapan dan penggeledahan di kediaman Majid. Dari penggeledahan tersebut polisi menemukan BB berupa dua alat pirex, dua alat bong, satu kilo tawas dan Hp Nokia warna hitam. Sementara penggeledahan berlangsung, datang tersangka Suwandi. Diduga kedatangan tersangka Suwandi untuk memakai sekaligus membeli narkoba.
Benar saja, saat dilakukan penggeledahan terhadap tersangka Suwandi, polisi berhasil menemukan satu paket kecil sab di celana pengusaha air galon/isi ulang tersebut.  Dari kedua tersangka polisi memperoleh ketarangan bahwa sabu-sabu tersebut didapat dari W yang kini jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Lubuklinggau.
Polisi kemudian melakukan pengembangan ke kediaman W di lokasi yang tak jauh dari kediaman kedua tersangka sebelumnya. Namun W tidak berhasil ditemukan dan hanya ada istrinya Sri Wahyuni yang kini dijadikan saksi dalam kasus tersebut.
Dalam penggeledahan yang dilakukan di kediaman W, polisi berhasil menemukan satu bal plastik klip, 6 paket sisa sabu dan timbangan digital. Bersama BB tersebut Sri Wahyuni ikut diamankan ke Mapolres Lubuklinggau.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu Widodo, melalui Kasatres Narkoba AKP M Ismail, menjelaskan bahwa tersangka Suwandi dan Majid, merupakan TO pihaknya. Karena diduga keduanya merupakan pengedar dan bandar di wilayah tersebut.
“Keduanya memang sudah jadi TO, keduanya diduga sengaja mengoplos sabu-sabu yang ada dengan tawas untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” ujar Ismail.
Sementara itu, W dijadikan DPO, karena pengakuan kedua tersangka sabu-sabu yang diperoleh didapat dari W. “W merupakan pemasok sabu-sabu kepada kedua tersangka, tetapi ketika kita melakukan pengembangan W sudah keburu kabur dan hanya ada istrinya saja di rumah,” jelas Ismail.
Karena itu lanjut Ismail, Sri Wahyuni ikut diamankan dan statusnya sementara baru sebatas saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Kendati begitu, bila kemudian ternyata Sri Wahyuni ikut terlibat maka tidak menutup kemungkinan statusnya yang semula hanya sebatas saksi meningkat menjadi tersangka. “S kita amankan untuk dimintai keterangan. Tapi kita lihat nanti, kalau terbukti ada indikasi terlibat atau persengkokolan kita tahan juga,” pungkas Ismail.

#Motor Curian Ditukar Sabu
Sementara itu, gara-gara ikut-ikutan mencuri motor dinas milik Dinas Pendapatan, Pengelola Aset Daerah (DPPKAD) Kota Prabumulih, 2 orang remaja berusia dibawah umur dan masih berstatus pelajar, terpaksa merasakan dinginnya tidur dibalik jeruji besi ruang tahanan Polsek Prabumulih Timur.
Pasalnya, ke-2 remaja berinisial Mahali Sanjaya (17), warga Jalan Bangau, Kelurahan Karang Raja, dan Dendy Urbani Pratama (16), warga Jalan Nigata, Kelurahan Prabujaya ini, ditangkap unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur, Minggu malam (20/03), sekitar pukul 20.30 WIB.
Informasi berhasil dihimpun, penangkapan terhadap Mahari dan Dendy bermula dari laporan korbannya Hendra (38), PNS di dinas PPKAD. Dalam laporannya korban menuturkan, saat dirinya sedang salat Isya di Masjid An Nangubir, Kamis (10/3) yang lalu, motor dinas Nopol BG 5107 CZ yang biasa digunakannya ke kantor telah hilang dari parkiran.
Korban bersama jamaah lainnya, berusaha mencari motor tersebut tapi tak juga ditemukan. Karena kesal, Hendra lalu melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke SPK Polsek Prabumulih Timur.
Berbekal laporan itu, Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur pimpinan Aiptu Rikiyanto Atmaja, langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya didapat informasi bahwa aksi pencurian itu dlakukan Mahali CS. Selanjutnya, petugas langsung memburu ke 2 remaja ini dengan menggerebek kediamannya.
Semula Mahali dan Dendy sempat mengelak ketika petugas menangkapnya, tapi setelah petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa plat nopol motor dinas yang hilang keduanya tak dapat mengelak lagi.
“Iyo Pak memang kami melok, tapi yang ngambek motor bukan kami, tapi KD (buron). Kami beduo cuma nunggu di motor bae sambil jingok situasi. Dio ngambek pakai kunci T,” ujar Mahali dengan kepala tertunduk.
Masih kata Mahali, motor hasil curian itu selanjutnya dijual KD kepada seseorang seharga Rp1,5 juta ditambah sabu-sabu. “Dak tahu berapo banyak sabu-sabunyo, yang pasti kami pake samo-samo aku dapat 3 kali hisapan. Kalu duit aku dapat Rp 150 ribu samo dengan Dendy,” ungkap MS.
Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIk, melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Sugeng Pranoto, dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu. “Salah satu pelaku masih berstatus pelajar disalah satu SMK yang ada di Kota Prabumulih,” kata Kapolsek.
Masih kata Kapolsek, pihaknya masih terus melakukan pengembangan dengan mengejar pelaku lainnya berinisial KD. “Kita masih mengejar pelaku berikut penadahnya, kalau ke 2 pelaku nanti kita kenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya.

#PK Perusahaan
Simpan Narkoba
Terpisah, Jajaran Mapolsek Peninjauan mengamankan pelaku bernama Zaryudin bin Awaki (41), warga Kampung 3 Pagar Gunung, Kecamatan Lubai, Muara Enim, karena memiliki narkotika jenis sabu.
Kapolres OKU AKBP Dover Christian SIk MH, melalui Kapolsek Peninjauan AKP Syafaruddin SH, kemarin (21/3), menjelaskan, dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 paket hemat sabu yang disembunyikan di kaos kaki, 2 Hp, 1 merek samsung lipat  dan 1 lagi hp  merk cherry.
Menurutnya, saat diamankan tersangka sedang bekerja sebagai Pembantu Keamanan (PK) di salah satu perusahaan pertambangan minyak wilayah Air Serdang Desa Peninjauan pada pukul 13.00 WIB yang sebelumnya sudah dicurigai. “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat undang – undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang saat ini kasusnya masih dikembangkan,” kata Kapolsek.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Peninjauan Bripka Dwi Maryanto menambahkan, berdasakan hasil pengembangan, ternyata tersangka termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tahun 2013 lalu dalam kasus pencurian dengan kekerasan (Curas pasal 365 KUHP).
“Waktu itu korbannya adalah Samiem warga Desa Mitra Kencana, Kecamatan Peninjauan, dilaporkan pada 29 Oktober 2013 lalu. Saat itu pelaku mendatangi korban yang pura-pura menanyakan suami korban,” kata Kanit yang akrab disapa Yayan itu.
Lanjutnya,  setelah korban menjawab bahwa suaminya tidak di rumah, pelaku lalu memukul korban dengan kayu, lalu merebut kalung korban sampai baju korban sobek. “Korban mengalami kerugian 2,5 suku emas dan setelah dilakukan visum di Puskesmas Peninjauan, korban mengalami luka memar di bagian kepala sebelah kiri pas di bagian telinga dan korban terpaksa dirawat satu rumah sakit di Kota Prabumulih,” jelas Yayan.
Untuk proses penyelidikan, tersangka diamankan di Mapolsek Peninjauan, sedangkan kasus narkobanya dilimpahkan ke Polres OKU. “Polsek Peninjauan menangani kasus curas yang korbannya warga Mitra Kencana,” pungkasnya. (yat/abu/len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses