Penilep Dana Century Ditangkap di Singapura

Penilep Dana Century Ditangkap di Singapura
Bambang Soesatyo, Ketua Komisi III DPR.
Posted by:

JAKARTA – Kejaksaan Agung telah menangkap Hartawan Aluwi, tersangka kasus penipuan nasabah Bank Century. Hartawan merupakan salah satu pemegang saham di bank yang kini bernama Bank Mutiara itu.
Jaksa Agung M Prasetyo mengungkapkan, Hartawan yang menjadi buronan terendus berada di Singapura. Kejagung pun mengirim tim untuk membekuk tersangka tindak pidana pencucian uang lantaran menilep dana nasabah Bank Century dan PT Antaboga Deltasekuritas itu.
“Ada kabar gembira, Kejaksaan Agung menangkap buronan Hartawan Aluwi,” kata Prasetyo di kantornya, Kamis (21/4). Dalam kasus itu baru Robert Tantular yang sudah dijatuhi hukuman. Sedangkan tersangka lainnya yang masih buron adalah Dewi Tantular, Rafat Ali Rizvi, Hasem Al Warraq dan Hendro Wiyanto.
Sedangkan Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi bailout Bank Century.Hal itu menyusul tertangkapnya Hartawan Aluwi, eks pemilik saham Bank Century yang buron dan bersembunyi di luar negeri.
Hartawan Aluwi merupakan komisaris PT Antaboga. Ia diduga menggelapkan dana nasabah Bank Century dan Antaboga Deltasekuritas. “Harusnya kasus Bank Century diungkap lagi karena tertangkapnya Hartawan Aluwi ini,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (22/4).
Politikus yang akrab disapa dengan nama Bamsoet itu menyesalkan KPK yang tidak menindaklanjuti kasus Bank Century. Padahal, Panitia Khusus Angket Kasus Century sudah merekomendasikan sejumlah nama untuk ditindak, salah satunya mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono.
Karena itu, dengan tertangkapnya Hartawan, kata Bamsoet, tidak ada alasan bagi KPK untuk menunda proses hukum Century. “Dengan tertangkapnya Hartawan Aluwi, pintu kasus Bank Century terbuka lebar,” kata salah satu inisiator Pansus Angket Century itu.
Sebelumnya Hartawan ditangkap di Singapura oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam kasus penggelapan dana nasabah Century baru Robert Tantular yang sudah dijatuhi hukuman. Sedangkan tersangka lainnya yang masih buron adalah Anton Tantular, Rafat Ali Rizvi, Hasem Al Warraq dan Hendro Wiyanto.
Di sisi lain, Mabes Polri makin gencar memburu pengemplang dana nasabah Bank Century. Setelah menangkap Hartawan Aluwi di Singapura, kini perburuan Polri mengarah ke dua buron kasus Century lainnya, yakni Anton Tantular dan Hnedwo Wiyanto.
Anton merupakan pemegang saham di PT Antaboga Delta Sekuritas. Sedangkan Hendro adalah bekas direktur utama PT Antaboga. “Jadi yang tersisa masih dua lagi,” kata Kadiv Humas Polri Brigjen Boy Rafli di Jakarta, Jumat (22/4).
Boy menjelaskan, Polri sudah memetakan negara tempat persembunyian Anton dan Hendro. Sejauh ini, kata dia, Polri sudah berbagi informasi dengan otoritas berwenang di negara tempat kedua buron itu bersembunyi. Hanya saja, katanya, diperlukan lobi ke pemerintah di negara tempat kedua buron itu berada. “Perlu lobi tingkat tinggi dan perlu makan waktu karena kita ikuti ketentuan negara di sana,” bebernya.
Saat ditanya apakah kedua buron itu bersembunyi di Singapura atau Tiongkok, Boy langsung berkelit. Ia khawatir kedua buron itu langsung pindah ke negara lain karena sudah terendus. Namun demikian, Polri sudah menggandeng Interpol. “Saat ini kami bekerja sama dengan Interpol terus melakukan penyidikan. Kami tidak bisa sebutkan di mana negara itu,” tandas dia. (mg4/fat/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses