Peninjauan OKU Masih Kekurangan Tenaga Medis Kesehatan

Peninjauan OKU Masih Kekurangan Tenaga Medis Kesehatan
Kepala UPTD Puskesmas Peninjauan, dr Dwi Fenti Atri. Foto Eko Palembang Pos
Posted by:

BATURAJA – Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Peninjauan, Ogan Komering Ulu (OKU) belum maksimal. Pasalnya, tenaga medis UPTD setempat masih kurang.”Untuk tenaga medis masih kurang, bahkan ruangan pun perlu ada tambahan,”kata Kepala UPTD Puskesmas Peninjauan dr Dwi Fenti Atri saat dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (19/4).Dijelaskannya, untuk saat ini, tenaga medis di Poly Gigi, belum ada termasuk sarananya. “Bukan hanya dokter giginya yang belum ada, bahkan sarana penunjang poly gigi juga belum ada,” jelasnya.

Selain itu dokter gigi, kata Atri, tenaga gizi dan tenaga di bagian laboratorium juga masih kurang, dan ini sudah diusulkan ke Dinkes OKU. “Kalau untuk fasilitas di ruang rawat inap sudah ada 7 bad dan di ruang bersalin ada 3 bad, tetapi inkubator di ruang bersalin belum dapat dipakai karena daya listriknya tidak memadai,” beber Atri.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan posyandu Penyakit Tidak Menular (PTM). “Rencananya dua posyandu itu nanti satu di Desa Peninjauan dan satunya di Desa Makarti Jaya (SP 6),” ungkapnya.Dikesempatan itu, dr Dwi berharap agar pemerintah melalui Dinas Kesehatan dapat segera melengkapi sarana dan tenaga yang dibutuhkan. “Untuk mamaksimalkan pelayanan, tentunya harus ditunjang dengan tenaga medis dan fasilitasnya, oleh karena itu kita berharap dalam waktu dekat dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan OKU H Suharmasto saat dikonfirmasi mengaku akan segera melengkapi fasilitas dan tenaga medis di UPTD Puskesmas Peninjauan. “Kalau mau dibandingkan dengan puskesmas di wilayah lain, maka Puskesmas Peninjauan sudah lebih baik,” katanya.Diakuinya, untuk fasilitas dan tenaga medis di setiap Puskesmas di wilayah OKU, baru terealisasi 50 persen. “Diharapkan untuk semua Puskesmas dengan sarana dan tenaga yang terbatas dapat melayani masyarakat sebaik mungkin dan tahun 2017 ini, Puskesmas mendapat bangunan rehab UGD dan rehab ruang rawat inap,” tegas H Suharmasto.

Disinggung wacana akan berdiri Rumah Sakit Tipe B di Peninjauan, dirinya membantah keras wacana itu. “Saya tidak setuju kalau dibangun Rumah Sakit, lebih baik kita fokuskan untuk melengkapi fasilitas dan tenaga medis di setiap Puskesmas untuk meningkatkan pelayanan, karena nantinya setiap pelayanan harus sesuai SOP,” pungkas H Suharmasto. (len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses