Penipuan Menggandakan Uang Ternyata Masih Ampuh

Penipuan Menggandakan Uang Ternyata Masih Ampuh
Tersangka Bambang dan teman yang diamankan jajaran Polres Prabumulih, Minggu (14/5). Foto Prabu Palembang Pos

PRABUMULIH – Penipuan dengan modus mampu menggandakan uang ternyata masih cukup ampuh digunakan oleh oknum tak bertanggungjawab. Terbukti kasus penipuan ini terjadi di Kota Prabumulih, dengan pelaku pecatan polisi dengan pangkat terakhir Brigadir Kepala (Bripka).Pelaku dimaksud, Bambang Erutomo alias Timur Agustoro (39), warga Desa Sidomaju Kecamatan Welimah Kabupaten Pasarahan Bandar Lampung. Dengan mengiming-imingi korbannya mampu menggandakan uang hingga miliaran rupiah, Bambang berhasil membawa kabur uang tunai Rp250 juta milik Azizah (55), warga Jalan Alipatan Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Namun belum sempat menikmati hasil kejahatannya, Bambang bersama tiga temannya yaitu Romi Tri Kurniawan (26), Angga Pratama (19) dan Supriyanto (21), ketiganya merupakan warga Lampung, berhasil ditangkap Satreskrim Polres Prabumulih pimpinan AKP Eryadi.Dalam penangkapan tersebut, salah satu kawanan pelaku bernama Supriyanto mengalami luka tembak di bagian pinggang karena terkena tembakan petugas yang menembaki ban mobil kawanan pelaku penipuan ini karena tak mengindahkan tembakan peringatan. Bambang CS ditangkap di kawasan Desa Kandis Kecamatan Kandis Kabupaten OKI, akhir pekan lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

Selain mengamankan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp230 juta milik korban, 1 unit mobil Luxio B 1167 BKL, 2 buah travel bag serta beras 2 kg.Aksi penipuan yang dilakukan Bambang bermula pertengahan Maret yang lalu ketika Azizah mendengar cerita dari anak buahnya yang mengatakan kenal dengan orang yang dapat menggandakan uang hingga miliaran rupiah. Mendengar cerita itu, wanita yang memiliki usaha dagang ini menjadi tertarik lalu meminta anak buahnya untuk mengenalkannya kepada Bambang.

Sekitar pertengahan Maret, Bambang mendatangi rumah korban bersama temannya berinisial AR. Dengan kepintarannya bersilat lidah, Bambang dan AR berhasil meyakinkan korbannya bahwa ia dapat menggandakan uang dari Rp400 juta menjadi Rp41 miliar. Karena merasa percaya, saat itu korban menyerahkan uang Rp33 juta dan emas 9 suku. Selanjutnya beberapa hari kemudian, korban kembali menyerahkan uang Rp130 juta berikut emas 3 suku.Setelah kejadian itu, Bambang dan AR menghilang tak tahu rimbanya. Sampai akhirnya, awal Mei yang lalu, Bambang kembali menghubungi korban dan mengatakan bahwa hendak melanjutkan ritual penggandaan uang. Lagi-lagi korban percaya begitu saja kepada pelaku seolah-olah terhipnotis, bahkan ketika Jumat (12/05) kemarin, pelaku kembali mendatangi korban dan meminta uang Rp250 juta korban langsung menyerahkannya.
Berbeda dengan aksi sebelumnya, agar korbannya lebih percaya, Bambang meminta kepada korban untuk menyiapkan beras 5 kg sebagai syarat ritual penggandaan uang. Lalu, uang Rp250 juta dimasukkan kedalam travel bag dan beras dimasukkan ke dalam travel bag lainnya kedua travel bag itu diikat menggunaan tali rafiah.
Setelah itu, pelaku membawa masuk 2 tas tersebut ke kamar korban. Sementara korban dan dan suaminya disuruh menunggu di luar kamar sambil membaca zikir. Tak lama berselang, pecatan polisi ini keluar dari kamar sambil membawa tas yang dikatakannya berisi beras 5 kg untuk dibawa ke hotel untuk melanjutkan ritual.
Selanjutnya, dengan diantar korban pelaku diantar menuju hotel di kawasan Simpang Air Mancur. Setibanya di hotel, pelaku meminta agar korban menunggu di lobi karena dia hendak membacakan mantra di kamar. Sekitar 10 menit kemudian, pelaku keluar kamar dan meminta agar Azizah menaburkan beras sepanjang jalan di Kota Prabumulih. Lagi-lagi korban mengikuti perintah itu.
Saat korban menjalani perintahnya, pelaku langsung kabur bersama 3 orang temannya yang telah menunggu di parkiran hotel. Sementara itu, korban yang sudah selesai menaburkan beras kembali mendatangi hotel. Tapi betapa terkejutnya dia, ketika mengetahui bambang sudah melarikan diri
Sadar dirinya tertipu, korban langsung melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Mapolres Prabumulih. Mendapat laporan korban, Satreskrim Polres Prabumulih langsung melacak keberadaan pelaku. Hingga akhirnya, polisi mendapatkan informasi jika pelaku berusaha kabur menuju Lampung.
Kasatreskrim AKP Eryadi langsung berkoordinasi dengan Polres Ogan Ilir dan Polres OKI untuk melakukan penghadangan. Alhasil, mobil pelaku terlihat melintas di kawasan Desa kandis OKI. Polisi langsung melakukan pengejaran, namun kawanan elaku tak mau menyerah begitu saja dan tetap memacu mobilnya. Polisi menembaki mobil pelaku hingga mobil berhenti dan petugas langsung menangkap pelaku.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi mendapati pelaku bernama Supriyanto mengalami luka tembak. Oleh polisi, pelaku langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Setelah itu, keempat pelaku langsung dibawa ke Mapolres Prabumulih.
Di hadapan polisi, Bambang mengakui semua perbuatannya terhadap korban. Namun dia membantah ikut menikmati uang hasil menipu korban yang pertama kali. “Kalu yang pertamo kemarin duitnya dibawa kabur AR semua, Pak. Makanya saya mendatangi korban lagi,” ungkap Bambang.
Sementara, Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE melalui Kasatreskrim, AKP Eryadi SH mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami peran masing-masing pelaku yang berhasil diamankan. “Masih kita perdalam, kalau Bambang itu perannya sudah jelas tapi yang lain kita masih dalami,” ujar Eryadi.
Masih kata Eryadi, atas perbuatan itu pecatan polisi tersebut dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” tegasnya seraya mengatakan masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. (abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply