Penjual Bendera Bayar Setor Lapak ?

Penjual Bendera Bayar Setor Lapak ?
Posted by:

PALEMBANG – Jelang HUT RI Agustus ke-71 tahun yang tinggal menunggu hari, sejumlah pedagang musiman mulai menjajakan dagangan berupa umbul-umbul dan bendera merah putih.

Di sepanjang ruas Jalan Angkatan 45 misalnya, terpantau ada sekitar 10 pedagang bendera yang menggelar dagangan mereka dengan rapi. Ibrahim, salah seorang pedagang bendera mengatakan, sudah sejak Juli lalu ia mulai berjualan.

“Coba cari peruntungan lain, kalau puasa dagangnya takjil, tapi tiap jelang 17-an saya beralih dagang ini,” jelasnya saat ditemui.

Harga bendera yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 250.000. “Semua tergantung jenis bahan dan ukuran, kalau benderanya lebih dari dua mater harganya sudah beda, namun masih bisa ditawar kok,” ujarnya.
Ibrahim yang telah bejualan bendera dua tahun belakangan ini, mengaku omset yang didapatkan tidak bisa diprediksi. “Kalau tahun kemarin sepi, karena berbarengan dengan puasa, tapi entah untuk tahun ini, harapannya sih semoga ramai pembeli,” katanya.

Selain Ibrahim, Iza yang menjajakan dagangan sama seperti Ibrahim mengatakan, omset yang didapatnya setiap tahun berkisar Rp 2.000.000.

“Saya jualan cuma sampai sebelum 17-an, selebihnya saya tak jualan lagi, barang dagangan ini saya ambil dari teman, jadi kalau belum laku bisa dikembalikan lagi, dia punya toko soalnya,” ujarnya.

Untuk izin berjualan sendiri, diakui para pedagang ini tidak terlalu repot, sebab tak perlu ada izin khusus kemana-mana, bahkan mereka cukup menyetor ke petugas Pol PP yang kerap mendatangi mereka.

”Kami bayar Rp 50 ribu perhari, biasanya ditagih sama Pol PP, kalau tidak dagangan kami akan dibongkar,” terangnya.
Atas hal itu, para pedagang tidak terlalu memusingkannya, sebab mereka tak mau ribet uber-uberan dengan Pol PP. “Jika memang begitu asalkan aman ya sudah, untuk apa diributkan yang penting kita berdagang lancar,”jelasnya.

Bahkan menurut salah satu pedagang, jika musim jualan bendera tiba terkadang ada oknum Pol PP yang memang menawarkan untuk menyewakan lapak berdagang.

”Bukan hanya menyetor uang keamanan, lapak pun biasanya dijajakan oleh oknum-oknum tersebut,” tukasnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang, Tatang Dukadireja menegaskan, pihaknya akan menindak jika memang ada oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

“Kalau memang ada yang meminta setoran, laporkan. Tapi, laporannya harus bertanggung jawab dan jelas. Jadi tidak hanya asal lapor saja. Kalau memang ada buktinya, oknum itu akan kami sanksi,” tegasnya.

Tatang menegaskan, pihaknya sebenarnya tidak memberikan izin pedagang bendera membuka lapak di trotoar. “Karena trotoar itu kan tempat pejalan kaki. Jadi bukan tempat berdagang, akan kami tertibkan nanti,” pungkasnya. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses