Penjualan Mobkas Turun 70%

Penjualan Mobkas Turun 70%
Posted by:

Terganggau Banjir di Jakarta
Daya Beli Masyarakat Turun

Veteran – Sejak dua pekan terakhir suplai mobil bekas (mobkas) dari Jakarta ke Palembang untuk sementara dihentikan. Hal ini dikarenakan banjir yang melanda sebagaian besar ibukota. Asosiasi Pengusaha Mobil Bekas (APMB) Sumsel memperkirakan kondisi ini akan normal kembali pada Maret atau April mendatang.
”Untuk sementara memang sebagian besar showroom menghentikan suplai mobkas dari Jakarta ke Palembang. Kalaupun ada, showroom harus selektif memilih mobkas yang akan dijual kembali ke masyarakat,” kata H Hermansyah H Ishak, Sekretaris Jenderal (Sekjen) APMB Sumsel, kemarin.
Sebenarnya, sebelum banjir melanda ibukota, penjualan mobil bekas di Palembang sedang bergairah. Berdasarkan data yang dicatat APMB, pada Desember 2013 tren penjualan justru mengalami peningkatan dibandingkan dengan 2012 lalu. Namun memasuki awal Januari justru penjualan menurun sangat drastis.
Namun penghentian penghentian sementara pasokan mobkas Jakarta bukan mutlak akibat banjir di wilayah ibukota. Melainkan juga factor ekonomi di Sumsel yang sedang menurun akibat rendahnya harga sejumlah komoditi utama di Sumsel seperti karet dan sawit. Akibatnya jelas, daya beli masyarakat juga ikut turun.
”Kurangnya stok mobkas, tentu berimbas terhadap penjualan. Di sisi lain tingkat daya beli masyarakat terhadap mobkas juga menurun drastis akibat turunnya harga sawit dan karet,” terangnya.
Penurunan penjualan mobkas di beberapa showroom sangat besar, bahkan ada yang mencapai 70 persen dari kondisi normal. Pada kondisi normal, biasanya showroom mampu menjual sekitar 20 unit per bulan. Bahkan jika showroom memiliki stok bagus bisa menjual lebih dari itu. Namun dalam bulan ini, menurut Hermansyah, showroom rata-rata hanya bisa menjual 5 unit saja per bulan.
”Sekarang untuk menjual diatas 5 unit mobkas cukup berat. Permintaan dari masyarakat akibat rendahnya harga komoditi sangat memengaruhi. Tinggal bagaimana cara showroom menyiasati keadaan demikian,” tambahnya.
Mengenai selera konsumen mobkas, masih sama seperti sebelumnya. Yakni calon konsumen yang rata-rata merupakan kalangan pebisnis sektor perkebunan, pertanian dan lainnya ini lebih memilih membeli mobkas jenis passanger berkapasitas hingga 7 orang. Dan jenis mobil yang paling laris adalah dua ’kakak beradik’ produk Toyota-Daihatsu, yakni Avanza dan Xenia.
Meski saat ini pasar mobil bekas sedang lesu, Hermansyah mengaku optimis kondisi akan segera berubah. Penjualan mobkas diyakini akan terus tumbuh seiring kondisi ekonomi masyarakat. Kendatipun penjualan tidak tumbuh signifikan tahun ini, namun dipastikan pasar mobkas terus menunjukkan pergerakan positif.
Lesunya penjualan mobil bekas juga diakui Mulyadi, pemilik Mul Car di kawasan Jalan Veteran. Dikatakan, lesunya penjualan mobkas pada awal tahun ini akan berlangsung selama triwulan I 2014 atau hingga Maret nanti. Kondisi itu dikaitkan dengan dampak bencana banjir dan rendahnya harga komoditi di Sumsel.
”Dalam sebulan kami hanya mampu menjual 3-5 unit. Rata-rata mobkas yang dipilih konsumen xenia dan avanza. Para konsumen lebih cenderung memilih kelas passanger ketimbang city car yang saat ini booming,” kata pemilik showroom Mul Kayuagung ini. (ove)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses