Perda Rokok Masih Mandul

Perda Rokok Masih Mandul
Ilustrasi.
Posted by:

PALEMBANG- SEJAK disahkan pada 2009 silam, Peraturan Daerah (Perda) No 7/2009, tentang kawasan tanpa asap rokok di Kota Palembang hingga sekarang, dapat belum berjalan secara maksimal. Terbukti, hingga saat ini, selain belum diadakannya kawasan khusus untuk para perokok di kawasan fasilitas umum, juga belum ada tindakan atau sanksi yang diberikan ke perokok jika melanggar Perda rokok tersebut.

Kondisi ini tentu menjadi persoalan dan dilema tersendiri terkait penerapan Perda rokok tersebut. Pasalnya, tujuan diterbitkannya Perda rokok itu untuk menghormati hak dan menjaga kenyamanan bagi warga yang tidak merokok. Tak hanya di kawasan umum, di lingkungan pemerintah kota (Pemkot) Palembangpun, penerapan Perda rokok tersebut belum juga dilaksanakan secara efektif. Ini dapat dilihat, belum adanya kawasan khusus bagi pegawai Pemkot yang merupakan pecandu rokok.

Seharusnya dengan adanya kawasan khusus perokok tersebut, maka hak bagi yang tidak merokok dihormati karena asap rokok itu sangat-sangat merugikan tak hanya pecandu tapi juga bagi yang tak merokok.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palembang terus berupaya untuk mensosialisasikan kawasan tanpa rokok (KTR). Bahkan, beberapa waktu lalu Dinkes Palembang bersama tim terkait langsung turun ke lapangan untuk memberikan sanksi, bagi orang yang merokok di tempat yang termasuk kawasan tanpa rokok.

“Ya, pengawasan perdanya tidak kendor. Kami bersama tim terkait juga terus memantau. Sejumlah pelaku usaha juga sudah banyak yang mematuhi dan menyiapkan tempat untuk merokok,” kata dr Afrimelda, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kota Palembang.

Menurut Afrimelda, adanya Perda ini adalah satu bentuk kepedulian dari Kota Palembang, terhadap kesehatan.

“Mengenai jalan atau tidaknya di lapangan, itu sudah wewenang dari eksekutornya. Ada instansi terkait yang memang bertugas untuk memantau perda. Namun, bukan berarti kami diam saja. Kita beberapa turun ke jalan, dan ada yang ditindak karena merokok di angkutan umum,” paparnya.

Saat ini, lanjut Afrimelda, Dinkes Kota Palembang lebih banyak untuk memberikan edukasi tentang bahaya rokok, kepada perokok pemula. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan ke anak-anak TK dan SD.

“Harapan kami, anak-anak inilah yang akan menyampaikan kepada orang tuanya, soal bahaya merokok ini,” pungkasnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses