Perkuat Pasar, BEI Bangun dua Galeri

Perkuat Pasar, BEI Bangun dua Galeri
Posted by:

*Pasar Tradisional Target besar BEI

PALEMBANG- Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan pendirian dua Galeri Investasi Pasar di Pasar Kamboja dan Pasar Bukit Kecil, Palembang kemarin, (14/5/18). Ini adalah Galeri Investasi BEI yang kedelapan dan kesembilan di Sumatera Selatan dan Galeri Investasi Pasar yang keempat dan kelima di seluruh Indonesia.
Galeri Investasi Pasar Kamboja dan Pasar Bukit kecil diresmikan oleh Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, Direktur Reliance Sekuritas Sriwidjaja, Anggota Bursa mitra dan Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya Asnawi P. Ratu. Turut hadir dalam peresmian Galeri Investasi Pasar Kamboja dan Pasar Bukit Kecil ini adalah Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Panca Hadi Suryatno dan Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib.
Pendirian Galeri Investasi BEI di Pasar Kamboja dan Pasar Bukit Kecil ini menunjukkan komitmen industri Pasar Modal Indonesia terhadap masyarakat umum secara luas dari berbagai kalangan, bahwa setiap individu berhak untuk sejahtera. Dengan adanya program Yuk Nabung Saham yang memungkinkan pembukaan rekening efek sebesar Rp100 ribu, tentunya membuka kesempatan bagi setiap masyarakat Indonesia untuk dapat turut menjadi bagian dari Pasar Modal Indonesia.
“Alasan pendirian Galeri Investasi di pasar tradisional adalah keberadaan pasar tradisional yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seiring dengan peranan pentingnya dalam menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat. Pasar tradisional juga dikenal sebagai tempat dan pusat pemasaran produk lokal, sehingga pasar tradisional dapat menyerap banyak potensi keramaian masyarakat banyak,” ujar Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, saat menyampaikan kata sambutannya kemarin.
Selain itu, di pasar tradisional masyarakat dapat berbaur dengan bebas, tidak membedakan tingkat ekonomi, status sosial maupun agama, serta di pasar tradisional terjadi perputaran uang dan barang yang cukup besar. Pasar tradisional juga dapat membantu menampung penyerapan tenaga kerja lokal khususnya yang tidak mempunyai keahlian khusus.
Pendirian Galeri Investasi BEI di Pasar Kamboja dan Pasar Bukit Kecil, ingin menghapus kesan bahwa Pasar Modal hanya untuk masyarakat golongan tertentu saja. BEI ingin memberikan gambaran bahwa Pasar Modal Indonesia untuk seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
“Pasar Kamboja merupakan pasar tradisional yang baru mengalami peremajaan oleh Departemen Perdagangan dan berada di kota Palembang. Luas area Pasar Kamboja ini adalah 504 m2, ada 150 kios, dengan jumlah perputaran dana sebesar Rp3, 15 miliar per bulan. Ini adalah potensi baik,” tuturnya.
Dia menambahkan, jumlah investor Pasar Modal di Sumatera Selatan terhitung 29 Maret 2018. Sebanyak ll.427 single investor identification (SID). Dengan penambahan galeri Investasi Pasar Kamboja dan Pasar Bukit Kecil, maka saat ini ada 383 Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia, yang termasuk Galeri Investasi Kampus, Non Kampus dan Pasar.
Sebelumnya pada tahun ini, BEI telah mendirikan Galeri Investasi Pasar sejenis yang terletak di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pasar Sepinggan Balikpapan dan Pasar Ujung Berung Bandung. “Galeri Investasi BEI merupakan salah satu cara BEI memperluas inklusivitas Pasar Modal Indonesia. Galeri Investasi BEI berkonsep 3 in 1 alias kerja sama antara BEI, Perguruan Tinggi dan Anggota Bursa,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan, Galeri Investasi BEI menyediakan semua publikasi dan bahan cetakan mengenai pasar modal yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia termasuk peraturan dan Undang-Undang Pasar Modal.
“Informasi dan data yang ada’di Galeri Investasi BEI dapat digunakan baik untuk tujuan akademik dan penelitian, maupun sebagai referensi dalam pengambilan keputusan saat melakukan transaksi jual dan beli Efek,” pungkasnya. (nik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses