Persiapan Asian Games On the Track

Persiapan Asian Games On the Track
Menko PMK Puan Maharani (tengah), memimpin rakor setingkat menteri terkait Asian Games 2018. Foto source for jpnn.com
Posted by:

JAKARTA – Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, pemerintah Indonesia telah mencanangkan tiga hal pokok, yakni sukses sarana dan prasarana, sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan. Nah, sejauh ini persiapan penyelenggaraan Asian Games ke-18 itu sudah berada di jalur yang tepat.

“Saat ini sarana dan prasarana untuk Asian Games sudah disiapkan dan sedang dikerjakan. On the track. Renovasi dan rehabilitasi Gelora Bung Karno serta Wisma Atlet Kemayoran berjalan dengan baik,” ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, usai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terkait Asian Games 2018, di kantor Kemenko PMK, Rabu (31/8).

Puan mengungkapkan saat ini sudah dibuat tim pemantau persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018. “Tim tersebut akan mencari tahu apa saja persiapan yang masih kurang dan di mana letak hambatannya. Itu semua akan terus dievaluasi,” tuturnya.

Asian Games 2018 akan berlangsung di Jakarta, Palembang-Sumatera Selatan, Banten serta Jawa Barat. Kepada semua kepala daerah yang menjadi ajang pelaksanaan Asian Games, Puan meminta untuk bisa saling bersinergi dan bekerja sama sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Hal serupa juga harus dilakukan oleh semua stakeholder lainnya yang mengambil bagian dalam ajang tersebut.

“Semua persiapan dan kesiapan yang semuanya mendesak harus segera ditindaklanjuti. Saya harapkan baik panitia penyelenggara, kementerian/lembaga pendukung, dan pemerintah provinsi untuk dapat bekerja sama dan tidak mengulang-ulang apa yang sudah disepakati dan dibahas bersama,” tegasnya.

Mbak Puan mengatakan, kesiapan para atlet juga terus dilakukan dan dipantau. Dia berharap prestasi olahraga dan atlet Indonesia terus meningkat ke depan. “Indonesia harus meraih medali emas dalam pelaksanaan Asian Games yang akan datang, juga saat pelaksanaan Olimpiade 2020 di Tokyo nanti,” kata Puan.

Selain membahas kesiapan Asian Games 2018, Menko PMK Puan Maharani juga memonitor persiapan Tafisa World Sport for All 2016 yang akan berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, 6-12 Oktober 2016. Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 79 negara yang dipastikan akan hadiri dalam ajang tersebut. Sementara 54 negara lainnya masih dalam tahap konfirmasi kembali.

Ini adalah ajang olahraga rekreasi dunia. Segala persiapannya sudah kami lakukan dan kita sambut acara ini dengan baik,” tegas Puan. Adapun pihak yang ikut mempersiapkan Tafisa World Sport for All 2016 adalah Kementerian Pariwisata, Kemendagri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Bappenas dan Pemda DKI Jakarta serta beberapa lembaga lainnya.

Puan berharap ajang Tafisa World bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Kementerian Pariwisata dan juga kementerian lain agar ada manfaat ekonomis dari kegiatan tersebut. “Kita harus bisa melihat dan mengambil manfaat yang positif dari ajang ini. Saya meminta Kementerian Pariwisata untuk memperhatikan dengan betul,” ujarnya.

Tafisa akan menggelar sejumlah kegiatan, yakni pertujukan olahraga dan permainan tradisional, olahraga disabilitas, olahraga massal, olahraga khusus, festival kebugaran jasmani dan festival budaya. Sementara tempat penyelenggaraannya adalah Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Ballroom Hotel Mercure, Pantai Marunda, Mall ABC Ancol, Putri Duyung Cottage dan Jakarta International Expo Kemayoran serta Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Puan menegaskan, Tafisa World merupakan ajang untuk menjaga dan mengeratkan hubungan antara negara. Karena itu, pihaknya juga berharap Indonesia mampu dan sukses menyelenggarakan ajang tersebut. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dan Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengatakan seluruh kesiapan infrastruktur Asian Games 2018 sedang dikerjakan dan berjalan pada tempat yang benar. Anggaran untuk perbaikan, renovasi sarana dan prasarana hingga saat ini belum ada masalah apapun.

“Tetapi nanti kami akan terus mengevaluasi. Hal yang pasti adalah harus sesuai standar pelaksanaan ajang internasional,” tegas Imam. Cak Imam mengungkapkan masih ada waktu setahun untuk menilai dan melihat berbagai kekurangan yang ada, sehingga masih memiliki ruang untuk perbaikan.

Untuk target medali, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan berapa emas yang harus diraih oleh Indonesia dalam ajang tersebut nanti. Alasannya, target tersebut bisa berubah-ubah sesuai dengan perkembangan dan kondisi para atlet yang akan bertanding. (adk/sam/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses