Petahana Dikeroyok 5 Penantang

Petahana Dikeroyok 5 Penantang
Posted by:

PILKADA Pagaralam 2018 diprediksi akan diikuti enam pasangan calon. Indikasinya, dilihat dari bakal pasangan calon yang kini muncul dan menjadi buah bibir di masyarakat kota di bawah kaki gunung Dempo tersebut.

Sejauh ini, jumlah bakal paslon walikota dan wakil walikota Pagaralam yang menyatakan siap tempur ada sebanyak enam pasang. Pertempuran yang akan berlangsung satu putaran ini, bakal jadi arena penentu kedigdayaan petahana dan lima penantangnya.

Keenam bakal paslon tersebut terdiri atas tiga pasang dari jalur dukungan partai politik dan tiga lagi dari jalur independen alias perseorangan. Tiga bakal paslon dari jalur dukungan parpol, terdiri atas dr Hj Ida Fitriati MKes-Ir Armansyah MM (IdaMan) yang merupakan pasangan petahana, Ir Gunawan MT-Febrianto SH MH (Gun-Febri), dan Alpian SH-M Fadli SE (Alfad). Ketiga bakal paslon ini maju setelah mengantongi restu dari parpol pemilik kursi di DPRD Pagaralam.

Sementara, tiga bakal paslon dari jalur independen, terdiri atas Ludi Oliansyah ST-Drs HA Fachri MM (LA), Novirzah Djazuli SE-H Suharindi SJ SPd MM (NS), dan Hermanto SH MSi-Ir Musabaqo (HM). Ketiga bakal paslon ini memutuskan untuk maju setelah mengantongi dukungan untuk kemudian diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dukungan ini berupa surat pernyataan dukungan warga yang dibuktikan dengan fotokopi kartu tanda penduduk elektronik maupun surat keterangan (suket). Bukti dukungan ketiga bakal Paslon independen ini pun sudah diterima KPU.

Dari enam bakal Paslon dari jalur independen tersebut, hanya Ida dan Arman yang belum terang-terangan akan menyatakan berpasangan. Deklarasi pun belum dilakukan meskipun nama keduanya sudah santer terdengar.

“IdaMan, tunggu SK (surat keputusan) dari partai,” ujar Ida dalam sebuah kesempatan ketika ditemui Palembang Pos beberapa waktu lalu. “Jangan hanya katanya dan katanya,” ujar Ida kala itu.

Adapun bakal paslon Gun-Febri, Alfad, LA, NS, dan HM sudah duluan mengumumkan berpasangan. Bakal Paslon Alfad diketahui ketika proses pendaftaran di sejumlah Parpol beberapa bulan lalu.

“SK dari partai pengusung itu untuk sepasang,” ujar Alpian beberapa waktu lalu. Gun-Febri, dipastikan berpasangan pada pertengahan November lalu. “Saya dan Pak Gunawan memiliki chemestry,” ujar Febri.

Bakal paslon LA, juga sudah lama terdengar sejak beberapa bulan lalu. Ludi menjelaskan, memilih Fachri lantaran memiliki pengalaman yang banyak di bidang pemerintahan.

“Saya kira alasan Ludi masuk akal,” ujar Fachri ketika ditanya alasannya menerima pinangan Ludi, beberapa waktu lalu. “Orangnya juga baik dan punya keluarga besar di sini (Pagaralam),” tambah Fachri.

Sedangkan bakal paslon HM, terdengar di detik-detik terakhir penyerahan bukti dukungan di KPU pada 29 November lalu. Sebelumnya, Hermanto maju bersama Drs H Anuwar Rasyid. Sedangkan Bako maju bersama Neko Ferlyno SH CPL. “Inilah takdir,” ujar Hermanto dihubungi Palembang Pos beberapa waktu lalu.
Hermanto mengaku, bersatunya dirinya dengan Bako setelah membaca situasi dan kondisi terakhir terutama perkembangan jumlah dukungan yang belum mencukupi syarat. Sehingga diambilah opsi untuk bergabung dengan Bako.

Kelak bila keenam bakal Paslon tersebut ditetapkan sebagai calon, diprediksi jalannya Pilkada Pagaralam 2018 berjalan seru. Sebabnya, dua petahana yakni dr Hj Ida Fitriati dan Novirzah Djazuli memutuskan untuk ‘berpisah’. Dilihat dari peta kekuatan, dua petahana ini memiliki basis pendukung yang sama besar. Karena itu, dua petahana ini memiliki peluang menang yang sama besar pula. Mereka sama-sama memimpin kota Pagaralam selama lima tahun terakhir dari pada 23 April 2013-23 April 2018.

Pecahnya petahana membuat sejumlah pihak meramalkan dukungan mereka akan ikut terbelah. “Peluang chalengger (penantang) semakin besar. Sebab distribusi suara tak lagi berpusat ke satu petahana saja,” ujar Ketua DPD PAN Kota Pagaralam, Halipan Matsohan SSi ketika dimintai pendapatnya beberapa waktu lalu.

Namun Novirzah memastikan, dukungan kepadanya tidak akan hilang. “Kita memiliki pendukung yang militan,” ujar Novirzah suatu ketika dalam wawancara dengan Palembang Pos. Adapun Ida, ketika ditanyai soal kemungkinan pecahnya dukungan itu, belum mau memberikan komentar. Yang jelas dengan menggandeng Arman, nampaknya Ida ingin ‘menambal’ dukungan yang terbuka akibat ditinggalkan Novirzah itu. “Kami saling melengkapi,” ujar Arman.

Ida dan Novirzah belum boleh berpuas diri. Sebabnya, masih ada empat Balon lain yang juga memiliki basis kekuatan yang tak sedikit. Alpian misalnya, merupakan alumni Pilkada 2013 disebut memiliki pendukung yang besar. Demikian pula dengan Gunawan yang sudah hampir tiga tahun belakangan mengadakan sosialisasi. Demikian pula dengan Ludi yang disebut-sebut sebagai ‘kuda hitam’. Adapun Hermanto pelan-pelan memperbaiki pola pikir masyarakat Pagaralam.

Klaim balon petahana dan penantang tersebut akan dibuktikan pada 27 Juni 2018 mendatang. Pasangan yang mengantongi suara terbanyak akan langsung ditetapkan sebagai pemenang Pilkada.

Ini sesuai dengan undang-undang Pemilu Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dalam UU ini disebutkan, bahwa Pilkada 2018 hanya berlangsung satu putaran. Pengecualian bila jumlah pasangan hanya satu saja.

“Iya, satu putaran saja. Berapapun perolehan suara calon jika itu terbanyak, itulah pemenangnya,” ujar komisioner KPU Kota Pagaralam, Divisi Hukum, Hendri SE, beberapa waktu lalu. (cw08)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses