Petakan Jalur Rawan Kecelakaan

Petakan Jalur Rawan Kecelakaan
Arus mudik di H-11 ini masih belum terlihat ada lonjakan penumpang. Meski begitu, sejumlah PO sudah bersiap-siap untuk mengatasi lonjakan penumpang, yang diprediksi baru akan naik pada H-4. Foto: koer/Palembang pos.
Posted by:

PALEMBANG – Memasuki H-11 Idul Fitri 1437 hijriah, suasana arus mudik di sejumlah moda angkutan belum begitu terasa. Diprediksi, baru mulai terjadi lonjakan penumpang, mulai H-4 Idul Fitri 1437 hijriah.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sumatera Selatan (Sumsel), Nasrun Umar mengatakan, ada dua karakter yang menghambat jalur mudik di hari raya. Yakni, hambatan kecelakaan dan rawan bencana alam.
Terkait hambatan rawan kecelakaan, Nasrun menerangkan, pihaknya bersama dengan instansi lainnya sudah melakukan pemetaan jalur rawan kecelakaan.

Selain itu juga, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel untuk dapat menyiagakan Puskesmas-puskesmas di lintasan agar bersiaga 24 jam.

“Karena kita tidak tahu kapan terjadi kecelakaan,” kata Nasrun. Jalur rawan kecelakaan, menurut Nasrun, berada di tikungan-tikungan tajam seperti antara Muara Enim, Tanjung Enim sampai Baturaja, Lintas Timur, Muba menuju Mura melewati Babat Toman dan jalan-jalan tersebut, menurut dia, sudah dipetakan.

Sementara untuk rawan bencana, lanjut Nasrun, diantaranya ada rawan longsor, putus jembatan dan lain sebagainya. “Kita sudah koordinasikan dengan Kepala Dinas PUBM agar menyediakan, menyiapkan alatnya di titik-titik rawan bencana. Misalnya, Lahat, Muara Enim dan lain sebagainya,” terangnya.

Untuk kepadatan angkutan lebaran, khususnya jalur darat, Nasrun menginformasikan dimulai pada H-12. Dari evaluasi sementara ini, menurut Nasrun, terjadi penururan 2,7 persen diakibatkan karena signifikansi perbedaan harga, karena darat dan udara tidak berbeda jauh lagi.

Sementara untuk angkutan udara mengalami kenaikan 7,6 persen. Meskipun demikian, Dishub Sumsel sudah koordinasi dengan Angkasa Pura. Dengan kenaikan 7,6 persen ini saja, ini belum mengakibatkan terjadi lonjakan penumpang yang tidak dapat diantisipasi.

“Terbukti indikatornya belum ada penambahan extra flight dari airlinesnya melayani beberapa rute keluar Palembang,” ungkapnya.

Begitu pula dengan kereta api yang juga mengalami lonjakan 4,6 persen. Menurut Nasrun, seperti diketahui saat ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah melakukan pelayanan yang cukup baik, misalnya beli tiket tidak susah lagi, lewat online.

“Ini suatu mekanisme pasar untuk para pemudik yang bisa pilih, mana paling nyaman, efisien dan cepat,” tutup Nasrun sembari menginformasikan bahwa diperkirakan lonjakan arus mudik pada H-3 hingga H+3. (ety)





Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses