Petani Tewas Ditembak Oknum TNI

Petani Tewas Ditembak Oknum TNI
Jasad petani malang Zulkarnain saat tiba di RS Bhayangkara Polda Sumsel
Posted by:

PALEMBANG – Seorang petani, Zulkarnain (32) mengalami kejadian tragis. Warga Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Banyuasin, ditemukan tewas dikawasan kebun sawit milik PT PN VII Betung, Banyuasin.

Korban mengalami luka tembak mendarat di paha kiri serta darah merah kental berceceran di paha dan celananya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Kamis (19/10). Menurut keterangan Kadirtia alias Kadir (28), selaku adik ipar korban Zulkjarnain, kejadiannya berawal pukul 17.00 WIB.

Korban bersama rekannya (saksi) David, pergi pamit mengendarai motor untuk mancing di rawa di kawasan PT PN VII Kecamatan Betung.

Petangnya, saat korban dan David mencari umpan katak, mereka berpencar sekitar jarak 30 meter. Tak lama, terdengar suara tembakan, rupaya korban Zulkarnain kena sasaran di paha kaki kiri.

Mendengar korban tertembak, David lantas lari. Sedangkan korban oleh pelaku anggota tentara, bertugas sebagai Satgas pengamanan PT PN VII, segera dilarikan ke Puskesmas Betung.

Diduga korban banyak kehabisan darah, nyawanya tak tertolong lagi saat akan dibawa ke Puskesmas. Dikatakan Kadir dari keterangan perawat di Puskesmas Betung, tak ditemukan peluru di paha kaki kanan korban yang terluka.

Selanjutnya, pihak keluarga yang mengetahui korban telah meninggal di Puskesmas, meminta untuk membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Polda Sumsel.

“Istri Isnawati Kupik (30) dan mertuanya minta jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara, supaya diautopsi. Biar perkaranya jelas dan diungkap sampai tuntas, mereka tak mau adik ipar meninggal tak wajar,” ungkap Kadir.

Kadir mengatakan, kakak iparnya meninggal setelah ditembak tentara bersegaram dinas yang tengah melakukan pengamanan di PT PN Kecamatan Betung.

“Biasa warga di sana cari ikan di rawa-rawa, tidak pernah dilarang. Baru sekali kejadian seperti ini, keterangan David (saksi) yang menembak itu tentara dengan senjata laras panjang,” timpalnya.

Ia juga menyakinkan, kakak iparnya itu orang yang baik keseharinnya. Pagi itu mantang karet dari pagi sampai jam 10 siang. Biasanya jelang sore sampai malam, pergi mancing di kawasan PTPN 7 pulangnya sampai pukul 10 malam,” bebernya.

Akibat kejadian itu, Isnawati Kupik menjanda, kepergian suaminya meninggalkan dua orang anak, Adit Pratama (11 tahun) dan Alwi (5 tahun). “Baik orangnya sehari-hari suami saya. Siang sebelum kejadian sempat pamit pergi mancing,” ujar Kupik. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses