Pileg Lahat Berujung Bentrok

Pileg Lahat Berujung Bentrok
Posted by:

Tuntut Penghitungan Ulang

Lahat, Palembang Pos.-
Walaupun ratusan polisi telah berjaga di sekitar Sekretariat KPUD Kabupaten Lahat, tidak menyulutkan nyali ratusan massa pendukung salah seorang calon anggota legislatif (caleg). Dengan beringas massa yang menuntut penghitungan ulang surat suara menyerang Sekretariat KPUD Lahat.
Masa yang tidak memiliki izin menggelar demontrasi itu pun terlibat bentrok dengan personil Polres Lahat yang telah bersiaga di Sekretariat KPUD Lahat. Melihat massa yang berjumlah ratusan orang tidak terkendali, anggota Dalmas Polres Lahat terlebih dahulu mengeluarkan tembakan peringatan. Hanya saja, massa makin beringas, hingga terjadi bentrok. Provokator dari tindakan anarkis itu berhasil diringkus, tetapi tetap tidak mengurangi tidakan brutal massa, yang membuat polisi mengluarkan tembakan kearah massa menggunakan peluru karet. Korban pun berjatuhan dari pihak pendemontrasi.
Namun, aksi demontrasi yang berujung anarkis tersebut hanyalah sekenario latihan simulasi yang digelar anggota Polres Lahat. Guna menghadapi pemilu legislatif (pilge), yang dijadwalkan akan digelar 9 April mendatang, personil multi satuan disiapkan. “Persiapan personil menjelang pemilu legislatif saja. Harapan kita tidak ada tindakan seperti yang kita persiapkan ini dalam penyelenggaraan pemilu nantinya,” kata Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto SH M Si, melalui Kasat Binmas AKP Saparuddin AR, disela-sela pelatihan sumulasi, kemarin (10/2).
Sekenario simulasi tersebut, sebelum terlibat bentrok dengan aparat berseragam cokelat, perwakilan massa terlebih dahulu mendatangi Sekretariat KPUD Lahat, menuntut penghitungan ulang surat suara. Permintaan tersebut ditolak komisioner KPUD Lahat, yang membuat massa datang ke Sekretariat KPUD Lahat.
Hanya saja tuntutan tetap tidak dilayani, watercanon pun diturunkan membubarkan massa. Meski tetap tidak membuat massa mundur. Setelah jatuh korban dari muntahan peluru karet dari senjata petugas, barulah massa membukarkan diri. “Sekenarionya ada massa datang meminta penghitungan ulang, mereka tidak memiliki izin demo dan mengaku spontan melakukan tidakan itu, akhirnya kami bubarkan paksa,” pungasnya.(rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses