Pilgub, Gubernur Sumsel Pastikan Tetap Netral

Pilgub, Gubernur Sumsel Pastikan Tetap Netral
Posted by:

LUBUKLINGGAU – Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, pastikan dirinya bersikap netral dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 27 Juni 2018, yang diikuti sejumlah kabupaten/kota plus provinsi di Sumsel. Meskipun pada saat bersamaan putra kesayangannya Dodi Reza Alex, menjadi salah satu kontestan pilkada gubernur.
Kepastian itu, disampaikan Alex, saat melantik Plt Walikota Lubuklinggau, H Riki Junaidi, di Gedung Kesenian Pemkot Lubuklinggau, Jumat (9/3/18) lalu. “Dalam pilkada gubernur harus netral, saya netral,” tegas Alex.
Kendati dirinya bersikap netral dalam pemilihan walikota dan wakil walikota, bupati dan wakil bupati, termasuk gubernur dan wakil gubernur Sumsel, tetapi Alex, menganjurkan agar tidak muda terbuai dengan janji-janji paslon. Karena semua visi dan misi semua paslon dipastikan bagus, terlebih janji-janji paslon. “Pilihan terserah kepada saudara-saudara sekalian,” ujar Alex, memberikan keleluasaan kepada semua pihak untuk memilih kepala daerah sesuai hati nurani.
Tetapi dalam memilih dikatekan Alex, harus dengan nurani tanpa bujukan, rasional berdasarkan trackrocord paslon selama ini. “Berdasarkan pengalaman dia selama ini, Sudah terbukti belum, kalau janji semua orang bisa berjanji,” kata Alex.
Pada kesempatan yang sama Alex Noerdin mengingatkan Penjabat Walikota yang baru saja dilantik, untuk bertugas dengan penuh tanggung jawab yang besar. Dikatakannya, sebagai Walikota memimpin urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah harus berdasarkan. “Saya percaya bahwa saudara Riki Junaidi ( Walikota Lubuk Linggau ) akan menjalan tugas dengan sebaik-baiknya. Saya pesankan juga kepada Kepala Daerah Bupati/ Walikota untuk tetap menjaga kondusifitas daerah masing-masing. Karena sudah diakui dunia bahwa di provinsi Sumsel tidak ada kerusuhuan antar etnis, budaya apalagi antar umat beragama atau zero konflik,” Himbaunya
Dikatakan Alex, sebagai Penjabat Walikota juga harus memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. Dilanjutkan dengan memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota yang definitif, dan yang paling penting netralitas Pegawai Negeri Sipil.
Lebih jauh Alex menuturkan, Penjabat Walikota melakukan pembahasan rancangan peraturan daerah, dan dapat menandatangani peraturan daerah setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri. Terakhir adalah, melakukan pengisian penjabat berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri dalam negeri. “Jadi penjabat Walikota tidak bisa sewenang-wenang memindahkan, memutasikan, mengangkat, memberhentikan selama masa jabatan ini tanpa melalui rekomendasi dari Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri,” paparnya.
Diakhir kata sambutannya pelopor sekolah gratis dan berobat gratis menambahkan, ada tiga agenda penting di tahun ini secara bersamaan yang harus disiasati dengan bijaksana oleh Kepala Daerah sebagai pemangku kekuasaan. Pertama tidak boleh terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan seperti 2015 lalu, yang kedua adalah Pilkada serentak 27 Juni mendatang. Ketiga adalah tuan rumah Asian Games dari 45 negara Asia.
“Seorang Kepala Daerah harus memberikan pertama kali kebanggaan untuk masyarakat. Insha Allah seluruh rakyat itu bangga menjadi masyarakarat Sumsel. karena hanya kami dan jakarta sanggup dan layak menjadi tuan rumah 45 negara Asia dimana terdapat macan-macan dunia seperti Korea, Jepang dan China,” pungkasnya (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses