Pilkada Empat Lawang Head to Head

Pilkada Empat Lawang Head to Head
Posted by:

EMPAT LAWANG — Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Empat Lawang dipastikan diikuti dua pasangan calon (Paslon) atau head to head. Kepastian tersebut ditetapkan dalam pleno KPU Empat Lawang yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat KPU Empat Lawang, Jalan Noerdin Pandji, Senin (12/2/18).
Dua paslon tersebut, yakni H Joncik Muhammad sebagai calon bupati, berpasangan dengan Yulius Maulana sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini diusung PAN dengan 5 kursi di DPRD Empat Lawang, PDI Perjuangan dengan 4 kursi, PKPI dengan 2 kursi, PKB 3 kursi, Partai Demokrat dengan 4 kursi dan PPP sebanyak 1 kursi. Total 19 kursi di DPRD Empat Lawang.
Selanjutnya, H David Hadrianto Aljufri sebagai calon bupati, berpasangan dengan H Eduar Kohar sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini diusung tiga partai politik (parpol), yakni Partai Golkar dengan 10 kursi, Partai Nasdem dengan jumlah 4 kursi dan Partai Gerindra 2 kursi di DPRD Empat Lawang, dengan total 16 kursi.
Ketua KPU Empat Lawang, Mobius Alhazan mengatakan, dengan telah ditetapkannya kedua pasangan tersebut, maka resmi sudah kedua pasangan ini sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Empat Lawang, priode 2018-2023. “Penetapan bakal pasangan calon menjadi pasangan calon Bupati Empat Lawang ini, berdasarkan penelitian berkas admistrasi hingga verifikasi faktual syarat-syarat calon dan pencalonan sampai dengan hari ini,” kata Mobius saat memimpin pleno.
Dijelaskan Mobius, dalam proses pendaftaran di KPU Empat Lawang, pihaknya menerima total 4 pendaftaran paslon dengan rincian dua paslon melalui jalur partai satu dari perseorangan (Independen) dan satu paslon tidak ada dukungan partai. “Setelah melalui proses penelitian admistrasi, hanya dua yang memenuhi syarat maju sebagai paslon di Pilkada Empat Lawang 2018,” urainya.
Diapun mengingatkan, dengan telah ditetapkannya dua paslon ini, kedua pasangan ini sudah sah dibawah pengawasan penyelenggara pemilukada Empat Lawang. Artinya, kedepan apa yang dilakukan terkait kegiatan politik kedua paslon ini, sudah masuk didalam ranah hukum perundang-undangan yang berlaku. “Kalau kemarin tidak ada aturan termasuk pemasangan baliho dan kegiatan politik kedua paslon ini, mulai sejak ditetapkan ini, kedua paslon harus mengikut aturan-aturan yang berlaku,” tegasnya. (cw09)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses