Pilkada, Wartawan Diminta Bekerja untuk Publik

Pilkada, Wartawan Diminta Bekerja untuk Publik
Posted by:

Palembang,-
Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak, Dewan Pers kembali mengingatkan wartawan agar tetap menjaga netralitas. Sebab pekerjaan media bukan sebagai tim kampanye salah satu pasangan calon, tapi untuk kepentingan publik.
“Saya ingatkan bagi wartawan yang maju sebagai calon, ikut tim sukses dan partai harus mengundurkan diri, baik permanen atau sementara,” kata Pimpinan Dewan Pers, Imam Wahyudi saat menjadi narasumber dalam diskusi media bertema “Peran Ideal Media di Pilkada dalam perspektif antikorupsi” oleh KPK di Hotel Santika, Senin (9/4/18).
Ia mengingatkan bahwa kinerja wartawan untuk publik. Sehingga saat peliputan di lapangan semangat dan etikanya sebagai jurnalis. “Mencari data untuk publik, bahan berita. Bukan sebagai bahan atau data kepentingan politik calon tertentu, disinilah letak peran media,” ingatnya.
Menurut Imam, media boleh dimiliki siapapun termasuk orang partai politik, tapi selamaaktivitas jurnalistik maka tidak boleh mengintervensi redaksi. “Dalam peliputannya tetap mengedepankan kode etik jurnalistik,” tukasnya.
Selain Imam, juga tampil sebagai pembicara yaitu Djayani Hanan dari SMRC yang berbicara tentang peta politik pilkada di Sumsel dan pimpinan KPK. “Kegiatan ini kami harapkan nantinya bisa mewujudkan jurnalis lawan korupsi,” kata Kepala bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha. (del)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses