PKL Bunuh Keamanan Pasar, Ini Penyebabnya…

PKL Bunuh Keamanan Pasar, Ini Penyebabnya…
Tersangka Jumedi (baju tahanan kiri) bersama tersangka lain
Posted by:

LUBUKLINGGAU – Diduga dilatari dendam, Jumedi alias Medi (25), seorang pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Kurma menusuk Putonaki alias Ujang Putih (43), warga Jalan Kebun Sari, RT 04, Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat, Kota Lubuklinggau.

Korban yang disebut-sebut sebagai keamanan pasar ini tewas bersimbah darah dengan 11 luka tusuk, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Ar Bunda Lubuklinggau. Insiden berdarah itu terjadi di kawasan Taman Kurma, Jalan Garuda Hitam belakang Samping Subkos, Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Minggu (22/07), sekitar pukul 17.00 WIB.

Kejadian bermula saat Ujang Putih mengendarai sepeda motor di depan gerobak mi ayam milik tersangka Medi. Lalu korban menyapa tersangka sambil menghentikan laju sepeda motor.

Melihat korban berhenti, tersangka mendekati korban. Kemudian tersangka mengatakan kepada korban, jika luka tusuk di perutnya (akibat ditusuk kaki tangan korban) belum kering. Tak hanya itu, tersangka mencabut pisau yang diselipkan di pinggangnya dan menusuk koran.

Mendapat serangan mendadak dan membabi buta, korban tidak bisa berbuat apa-apa. Melihat korban sudah tidak berdaya dan bersimbah darah, tersangka langsung kabur meninggalkan korban di lokasi.

Selanjutnya tersangka kabur ke arah makam pahlawan. Sementara korban dilarikan warga yang berada di seputar Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke Rumah Sakit (RS), AR Bunda yang tak jauh dari lokasi.

Sementara itu, tersangka yang sebelumnya sempat kabur, akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Lubuklinggau Barat. Berdasarkan pengakuan tersangka saat diintrogasi kapolres usai melampiaskan dendamnya ke korban, tersangka kabur ke arah makam pahlawan.

Lalu dia menyeberangi Sungai Kelingi. Sementara pisau yang digunakan untuk menghujamkan beberapa tusukan ke tubuh korban, terlepas dari tangannya saat dia menyeberangi sungai.

“Waktu berenang pisaunyo lepas dari tangan dak tahu jatoh dimano,” ujar tersangka.

Dalam kondisi panik tersebut, tersangka yang sudah sampai di seberang Sungai Kelingi, berenang dan kembali lagi ke tepian tempat dirinya menyeberang. Lalu dia pulang ke rumahnya. Setiba di rumah, dengan kesepakatan keluarga tersangka akhirnya bersedia menyerahkan diri.

Sedangkan kepada sejumlah wartawan, tersangka mengaku bahwa sebelum insiden berdarah yang menewaskan Ujang Putih, korban terlebih dahulu ditusuk oleh kaki tangan korban. Penusukan itu sendiri dilatari oleh kekurangan uang setoran lapak tempatnya berdagang.

“Setorannyo Rp 900 ribu, tapi sudah dibayar Rp 500 ribu,” ujar tersangka.

Untuk kekurangan, setoran sesuai kemampuan tersangka. Tersangka sanggupnya membayar Rp 100 ribu, tetapi kaki tangan korban memaksa meminta Rp 200 ribu. Karena tersangka tidak sedia membayar sejumlah uang yang diminta, kaki tangan korban menusuk tersangka. Akibatnya tersangka mengalami luka tusuk.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar, didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Madurasyah, mengungkapkan bahwa saat menyerahkan diri tersangka diantar langsung oleh kakak iparnya. Kepada tersangka, kapolres, meminta agar mengikuti proses sesuai prosedur hukum yang ada.

“Bagus kamu menyerahkan diri, kamu ikuti saja proses hukumnya,” ujar Sunandar. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses