PKL Masih Saja Langgar Perda

PKL Masih Saja Langgar Perda
Posted by:

 

 

LAHAT – Taman Balayasa Lahat, sepertinya tidak perna lepas dari tumpukan sampah. Kondisi ini membuat petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat, sedikit dibuat pusing.

Apalagi tidak lama lagi penilaian Piala Adipura akan dilakukan. Pedagang buah mangkal di Jalan Prof Emil Salim, menjadi penghasil sampah terbesar dilokasi kawasan hijau Kota Lahat ini.

“Ini sudah bukan pedagang musiman lagi, kalau sudah setiap hari namanya pedagang menahun. Didominasi sampah kulit durian dan cempedak milik pedagang,” tegas Kabid LB3 Dinas Lingkungan Hidup Lahat, Budi Utama,” Selasa (11/9/18).

Entah apa yang membuat sejumlah pedagang ini, tetap berani berjualan di area itu. Padahal Perda Kabupaten Lahat Nomor 1 Tahun 2010 sudah mengatur larangan berjualan di area tersebut. Walaupun rutin dibersihkan, DLH Lahat tidak pernah menarik retribusi iuran kebersihan pada pedagang di area itu.

Kabid Trantibum dan Tranmas Dinas Pol PP dan Damkar Kabupaten Lahat, A Rauf mengakui, kawasan itu memang dilarang berjualan. Meski dia mengelak saat ditanya pihaknya tidak mengambil tindakan, terkait pedagang yang mengangkangi perda itu. Menurutnya, selama ini sering melakukan razia dan pembinaan, hanya saja pedagang terus membandel.

Pihaknya kini tengah menyusun teknis penindakan yang baru, agar jangan sampai sudah ditertibkan pedagang kembali mengulang. “Kami lagi kordianasi, ada 10 titik untuk penertiban PKL. PT KAI juga sudah kita surati. Area itu memang harus dijaga anggota, tapi untuk membiayai anggota yang menjaga itu kami tidak ada anggarannya,” sampai A Rauf. (rif) 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses