Pohon Tumbang, Lalin Jadi Macet 1 Km

Pohon Tumbang, Lalin Jadi Macet 1 Km
Posted by:

MUARADUA – Sebuah pohon besar berusia puluhan tahun di Jalan Raya Ranau Kecipung, Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua, Jumat (23/2/18) sekitar Pukul 11.15 WIB tumbang hingga menutupi badan jalan.
Akibat kejadian ini akses menuju ke Kota Muaradua dan sebaliknya sempat mengalami kemacetan. Tak pelak pengendara yang ingin melintasi lokasi tersebut tersendat hingga satu jam dan panjang kemacetan mencapai 1 Kilometer.
Dalam peristiwa tumbangnya pohon besar ini, salah satu pengendara yang tengah melintas nyaris tertimpa reruntuhan akibat tak menyadari jika pohon akan tumbang. Selain itu tumabgnya pohon ini juga menghantam kabel jaringan listrik milik PLN sehingga mengakibatkan pasokan listrik ke ribuan pelanggan di seluruh Desa di Kecamatan Buay Rawan sempat lumpuh total selama 4 jam lebih.
“Tadi ada pengendara yang melintas dan nyaris dihantam dahan kayu. Beruntung masih berhasil selamat, walaupun hantaman keras pohon sempat terdengar hingga dari kejauhan,” ujar Romi, salah satu warga.
Diungkapkanya, keberadaan pohon yang berada disisi badan jalan masih banyak ditemui di berbagai wilayah Kabupaten OKU Selatan. Ini cukup membahayakan pengendara melintas, apalagi ketika musim hujan disertai dengan angin kencang yang memang kini sedang melanda.
“Kita khawatir kalau lagi melintas waktu musim hujan belakangan ini. sebab takut kalau ada pohon tumbang yang akan mengancam keselamatan kami saat sedang berkendara dan kebetulan lagi melintas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan XI Batu Belang Jaya Bukran, mengatakan tumbangnya pohon tumbang tersebut memang menganggu kondisi lalu lintas, apalagi pembersihan material yang dilakukan oleh warga memakan waktu.
“Kami dan pengendara swadaya memberihkan material kayu dengan mesin potong, karena pohonnya cukup besar. Makanya perlu waktu waktu pembersihan material dari badan jalan,”ucapnya.
Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten OKU Selatan, Doni Agusta Bukit SKM MSi menyebutkan untuk di OKU Selatan setidaknya terdapat empat kecamatan yang masuk kategori rawan terjadinya bencana alam berupa banjir, longsor. Selain itu juga terdapat ancaman bencana puting beliung dan pohon tumbang.
“Cuaca ekstrim ini harus diwaspadai, sebab bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertenggahan tahun mendatang,” pungkasnya.(res)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses