Polisi Bongkar Sindikat Narkoba di Lapas Pangkalan Balai

Polisi Bongkar Sindikat Narkoba di Lapas Pangkalan Balai
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain gelar ungkap 9 kg sabu dan ribuan ekstasi, Senin (29/10).
Posted by:

Sita 9 Kg Sabu dan 15 Butir Ineks

PALEMBANG – Belum lama ini terbongkar kasus kekerasan berujung maut melibatkan oknum PNS atau sipir Lapas karena perkara narkoba. Kembali Direktorat Reserse Narkoba menggulung sindikat narkotika Lapas kelas 3 Pangkalan Balai, Banyuasin. Satu orang sebagai sipir dan dua lagi bandar narkoba yang merupakan napi di Lapas di sana.

Ketiga tersangka dalam sindikat narkotika Lapas kelas 3 Banyuasin, jaringan Jambi-Myanmar yakni, Tersangka  Ryan Hidayat (26) CPNS kelas 3 Banyuasin,  warga Jalan Bukit, RT 15/10, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin 3, Banyuasin

Lalu keduanya napi dan bandar narkoba yakni, tersangka Arman alias Aji (47) Napi Lapas Kelas 3 Banyuasin, kamar orientasi 1, block Balai, dan tersangka Rimbo Lasmono alias Rembo (40) Napi Lapas kelas 3 Banyuasin, kamar orientasi IV, Block Balai. Dengan barang bukti 4 kilogram sabu senilai Rp 4 milyar dan 15 ribu butir ekstasi atau senilai Rp 3,750 juta.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara SIk menegaskan pihaknya kembali membongkar sindikat narkotika jaringan lapas. Penyelidikannya dilakukan sejak
tanggal 23 oktober dengan anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel mengungkap ungkap 5 kg sabu dengan cara under cover buy, melibatkan jaringan Aceh-Medan.

“Lalu tanggal 24 Oktober, dapat informasi dari petugas Lapas, kemudian melakukan penuntutan, pengiriman barang, dengan tersangka sama Rian saat itu barang dibuang, diketahui milik napi Rimbo” ungkapnya.

Kapolda juga mengucapkan terimakasih kepada Kalapas dan Rantib, sudah membantu kepolisian, namun prihatin ternyata kasus ini  melibatkan seorang oknum cpns yang masuk rekruitmen 2017, tinggal dilantik Januari 2018 nanti.

“Prihatin sekali baru, masih muda cpns, harusnya membina warga justru terlibat. Pengakuannya baru 4 kali transaksi, yang ini dari Jambi, asal sabu dari Myanmar, bersama 15 ribu butir ekstasi masuk ke Jambi, melalui pantai barat Malaysia sampai ke Palembang” jelasnya.

Mantan Kabid Humas Polda metro jaya dan Mabes Polri ini, menegaskan ketiga pelaku ini merupakan sindikat Lapas Pangkalan Balai.”Tersangka juga napi Rimbo dan Arman telah dihukum 8 tahun. Atas tindakannya mereka ini terancam ancaman mati, sesuai UU No 35 tahun 2009, karena dia ini bos besar narkoba,” tegasnya.

Terpisah aparat kepolisian juga mengamankan jaringan narkoba Aceh-Medan dengan barang bukti 5 kg sabu. Dengan tersangka Saeful Ridwan alias Pul (51), merupakan warga Perum Bumi Malayu Asri, block H 14, Kecamatan Tarangong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bersama tersangka Hermansyah (39) warga Yahya IE RHET, Kelurahan Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, Kecamatan Aceh Utara, Nagroe Aceh Darussalam.

Selain 5 kg sabu merek Guan Yin Wang diamankan, uang tunai Rp 9,4 juta juga disita sebagai barang bukti. Peyelidikannya dilakukan sejak tanggal 23 Oktober 2018, pukul 12.30 WIB. Tersangka Saeful alias Pul tidak menyangka jika pembelinya polisi yang menyamar, saat transaksi di SPBU di Jalan By Pass Kelurahan Alang-Alang Lebar, Palembang.  lalu diamankan pula tersangka Hermansyah selaku pengemudi mobil. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses