Polisi Sita 1 Kg Sabu

Polisi Sita 1 Kg Sabu
Posted by:

##Diedarkan Pecatan TNI

SEBANYAK 10 tersangka kejahatan narkoba selama Januari 2018 diamankan jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel. Selain itu, disita barang bukti narkoba 1,62 kilogram sabu atau senilai Rp 1,62 miliar, sepucuk senpira revolver, dan 2 butir peluru kaliber 6 milimeter.
Para pelaku tersebut, yakni M Yusuf (47), warga Jalan Sosial, Lorong Harapan, RT 13/02, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, dengan barang bukti sabu 57,7 gram dan Yeni Nursanti (43), warga Kampung Baru, RT 03/05, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjung Pinang, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Yeni diringkus bersama Anggiat Samosir (38), warga Jalan Bekong Polisi, RT 04/11, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bekong, Kota Batam, Kepulauan Riau. Keduanya dibekuk di Jalan Palembang-Betung, Km 17, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, dengan sabu Rp 103, 85 gram.
Menyusul tersangka Etty Minarni alias (24) mahasiswi, warga Kompleks RSSA, Blok 5, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, yang ditangkap 09 Januari 2018, di Jalan AKBP H Umar, Lorong Ariyo Baru, RT 19/01, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, dengan barang bukti 105 gram sabu.
Selanjutnya, tersangka Andi Lala (58) ditangkap 19 Januari 2018, warga Jalan Radial, Lorong Bungur, RT 18/05, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil. Dia dibekuk di Jalan Abusama depan Minimarket Grand HI, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarame, dengan barang bukti 201, 30 gram sabu. Lalu, tersangka Irwanto alias Iwan (45), warga Jalan Harapan Jaya 1, RT 18/09, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni.
Irwanto dibekuk bersama tersangka Razali alias Ali (47), warga Leubak Burah, Desa Bandrong, Kelurahan Peureulak, Kabupaten Aceh Timor, Aceh. Tersangka lainnya, Alexander (22), warga Jalan Sepakat, Lorong Tikus, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.
Alexander ditangkap di Jalan Kapten Arivai, Hotel Batiqa Palembang, dengan barang bukti 1 kg sabu. Berikutnya tersangka Septiady Aditia alias Otong (28), warga Jalan A Yani, Lorong Abadi, RT 45, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Sebarang Ulu I. Dia dibekuk di Jalan Merdeka, depan Penjahit Regent, Kelurahan Bukit Kecil, Kecamatan Ilir Barat II, dengan barang bukti 102,20 gram sabu.
Otong diciduk pada 27 Januari 2018, dengan tersangka Miftahul Jannah alias Mifta (27), warga Jalan Sepakat X, RT 06/01, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Terakhir adalah tersangka Irwanto alias Iwan (45), desersi TNI AL, warga Jalan Harapan Jaya 1, RT 18/09, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni. Penangkapan tersangka Irwanto alias Iwan dengan kedua rekannya tersangka Razali alias Ali dan Alexander, lantaran menjadi kaki tangan bandar sabu dari Aceh, dengan barang bukti sekilogram sabu.
Menurut pengakuan Iwan, bersama dengan Ali mengantar sabu itu dari Jambi dan tiba di Palembang menginap di hotel. “Dari Jambi aku sama Ali, dan menginap di hotel. Lalu barang itu diantar sama Alex, tidak lama kemudian kami digerebek. Tidak tahu kalau itu narkoba, jadi tidak tahu barang itu dari siapa untuk siapa,” kelit Iwan.
Sementara tersangka Ali mengaku, paket diantar seseorang atas nama Adi (DPO) lalu dikirim lagi ke seorang pengedar di Palembang. “Cuma antar tugas kami, katanya akan diupah Rp 60 juta, tapi uangnya belum diterima. Satu orang rencananya Rp 20 juta. Tapi tidak tahu itu sabu, saya kira itu buah melon. Kalau tahu barang berbahaya kami tidak mau,” kilah Ali yang belakangan diketahi Kades Desa Bandrong ini.
Pengakuan Alex, dia diperintah oleh Adi (DPO) untuk mengantarkan sabu itu. “Aku disuruh mengantar sabu itu sama Adi (DPO). Dia itu orang biasa cuci mobil tempat saya kerja di Km 18 Banyuasin. Tidak tahu kalau itu sabu. Kata dia hanya paketan karaoke. Ya saya percaya, karena dia sering cuci dengan gonta-ganti mobil,” ujar bapak 2 anak ini.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara SIk didampingi Direktur Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol R Juni menegaskan, sebanyak sepuluh tersangka dengan kejahatan narkoba telah ditindak, dengan barang bukti 1, 62 kilogram.
“Jadi terus narkoba ini kan musuh yang harus kita perangi bersama, sebagian besar sabu-sabu ini masuk dari luar Sumsel, seperi Aceh yang kita dapatkan ini. Dengan para pemainnya beragam dari pengedar, bandar hingga kuri,” ungkapnya.(adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses