Protes Jalan Rusak, Ditanami Pisang

Protes Jalan Rusak, Ditanami Pisang
Posted by:

BATURAJA – Satu batang pisang dan satu batang kelapa dengan tinggi sekitar 0.5 meter, sengaja ditanam di ruas Jalan poros Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan. Penanaman pohon tersebut sebagai bentuk protes lantaran kondisi jalan rusak dan berlubang tak segera diperbaiki.
“Tidak ada yang mengetahui siapa menanam pohon pisang di jalan tersebut. Mungkin ini bentuk kekecewaan warga karena jalan rusak dan tidak diperbaiki,” ungkap Rudi, warga Kecamatan Peninjauan, Senin (12/2/18).
Diungkapkan Rudi, pohon pisang dan pohon kelapa muncul sejak Jumat (9/2/18). Namun, tidak diketahui siapa yang menanam. Pohon tersebut di tanam di badan jalan. “Memang pohon yang ditanam di badan jalan menghalangi dan mengakibatkan kemacetan, namun yang menanam pohon pisang ini pasti kecewa, apalagi saya juga sama kecewa karena jalan ini tidak kunjung diperbaiki,” ujar Rudi
Dikatakan Rudi, kondisi jalan rusak di lokasi ini berbahaya bagi keselamatan penggendara. Tidak jarang ada satu dan dua orang terjatuh gara – gara melintas di jalan berlubang. “Kita berharap jalan ini segera diperbaiki,” ucap Rudi.
Sementara itu, Jonter, salah satu sopir pasar kalangan, menerangkan, akibat jalan rusak tersebut mobil angkot miliknya sering mengalami kerusakan dan mendapat servis tambahan. “Apalagi jika mobil terperosok ban selip, bemper belakang dan kenalpot penyok akibat benturan ke lubang jalan,” ungkap Jonter.
Kedalaman lubang di jalan tersebut bervariatif dari 5 – 15 sentimeter. Dirinya berharap kepada pemerintah untuk segera memuluskan jalan tersebut. “Sopir kalangan banyak yang mengeluh karena uang yang didapat tidak seberapa namun harus mengeluarkan uang ekstra untuk perbaikan,” ujar Jonter.
Terpisah, Kepala Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan, Herwan Nizar, membenarkan, di jalan raya desa Mendala, Kecamatan Peninjauan, ditanaman batang pisang dan batang kelapa, sejak Jumat (9/2/18). “Penanaman ini sebagai aksi protes warga karena kesal jalan makin berlubang,” timpal Herwan.
Diungkapkan Herwan, dirinya pernah swadaya menambal jalan tersebut dengan bantuan dari beberapa perusahaan di Kecamatan Peninjauan. Namun, ketika hujan batu yang ditimbun tambah terbenam sehingga lubang makin dalam. “Sekarang kondisi jalan seperti kubangan kerbau,” timpal Herwan. (len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses