PT CMA Penuhi Panggilan Disnakertrans


PT CMA Penuhi Panggilan Disnakertrans
Posted by:

Terkait Kasus Kematian Pekerja

MUARA ENIM – Manajemen PT  Citra Murni Abadi (CMA-bukan Citra Mandiri Abadi,Red), kemarin (29/1), akhirnya memenuhi panggilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muara Enim. Pemanggilan itu terkait kasus tewasnya pekerjanya bernama Madri (18), warga Kota Palembang, yang tertimbun tanah longsor ketika melakukan pekerjaan membuat lobang terowongan pemasangan pipa induk, Sabtu (25/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Manajemen PT CMA yang menghadiri panggilan itu bernama Edi Supriadi (pelaksana Lapangan Proyek pemasangan pipa dan reservoar sidementasi PDAM Lematang Enim). Kedatangannya ke Dinasnakertras didampingi, Direktur PDAM Lematang Enim, Puryadi. Dia diterima Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan  Tenaga Kerja, Disnakertrans Muara Enim, Busroh. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, dia memberikan penjelasan seputar kecelakaan kerja yang menimpa pekerjanya.
Usai melakukan pertemuan, Edi Supriadi didampingi Humas, Sofian alias Uus, mengatakan,  dalam pertemuan itu dia ditanya seputar jaminan kecelakaan kerja yang diberikan kepada korban. ‘Saya tadi ditanya apakah korban diikutsertakan dalam Jamsostek apa tidak,” jelas Edi. Dikatakannya, perusahaannya mengerjakan pembangunan pemasangan pipa dan  reservoar sidementasi PDAM Lematang Enim menggunakan dana bank dunia sebesar Rp 12 miliar.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, semua pekerjanya diikutsertakan dalam Jamsostek. Termasuk korban yang baru saja bekerja 4 hari telah diikut sertakan Jamsostek.“Korban bekerja disini baru 4 hari. Walaupun dia baru bekerja 4 hari, namun masalah Jamsosteknya tetap kita jaminkan. Saat ini sudah diurus administrasi ke Jamsostek,” jelas Edi.  
Selain masalah Jamsostek, lanjutnya, perusahaannya juga telah memberikan santuan kepada keluarga korban. Santunan diberikan diantaranya biaya pemakaman sampai tahlilan mulai malam pertama sampai ke tiga, malam ke 7 dan 40 hari ditanggung perusahaan. Kemudian memberikan bantuan santunan lainnya kepada keluarga korban. “Atas musibah ini kita sudah membuat surat perdamaian kepada keluarga korban dan pihak keluarga korban berterima kasih atas kepedulian yang diberikan perusahaan,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan, bahwa semua pekerja dalam melaksanakan pekerjaan telah diberikan safety seperti helm maupun sepatu. Kemudian para pekerja sebelum melaksanakan pekerjaan telah diberikan arahan. “Saat itu korban sudah kita berikan arahan, namun ada beberapa arahan yang kita sampaikan tidak dilaksanakan, sehingga terjadi musibah itu,” jelasnya.
Ditambahkannya, , pekerjaan proyek PDAM Lematang Enim, yang dibiayai Bank Dunia tersebut tidak hanya dilakukan perusahaannya sendiri. Melainkan ada tiga perusahaan diantaranya PT Waskita Karya (PT WK) dan PT Nindiya Karya (PT NK). ‘Perusahaan kami berdiri sendiri bukan subkon PT WK,” pungkas. (luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses