PTS Indonesia Minim 100 Kampus Dunia

PTS Indonesia Minim 100 Kampus Dunia
Menristekdikti RI dan Menteri Perhubungan memberikan arahan kepada ribuan mahasiswa PTS di Sumsel, yang dilakukan dalam aula Palembang Sport Convention Center (PSCC) Senin (12/2). Foto Rangga/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG –Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia (RI) Profl Mohamad Nasir PHD Ak, menjadikan Perguruan Tinggi (PT) harus siap bersaing. Pasalnya, Ia melihat saat ini PTS di Indonesia belum terpilih memasuki kampus 100 di dunia.

Mohamad Nasir mengatakan saat ini memang era globalisasi menjadikan daya saing luar negeri semakin meningkat, seperti di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Indonesia belum bisa memasuki kampus top 100 dunia. Tentu dalam agenda Dialog Nasional ke 6 dengan tema Sukses Indonesia Ku di Palembang Sport Convention Center (PSCC), untuk mendorong seluruh PTS di Sumsel bisa masuk ke Top 100 dunia. Saat ini baru ada tiga kampus di Indonesia yang masuk dalam top 100 dunia yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknik Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada. Kondisi ini, tidak terlepas dari mutu pendidikan yang masih rendah mulai dari dosen hingga mahasiswa. “Kita terus melakukan pendekatan agar kampus terdorong untuk meningkatkan mutu, serta bisa masuk kategori kampus yang masuk top 100 dunia bertambah,” katanya.

Selama ini yang menjadi kendala kampus dalam masuk top 100 dunia di Indonesia, sebab minimnya inovasi dan riset dari Dosen dan mahasiswa, salah satunya dalam sektor dosen minimnya pertukaran dosen ke kampus luar negeri, lalu minimnya riset bersama antar dosen dari kampus Indonesia dengan kampus luar negeri. “Tidak hanya sebagai dosen, sektor mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Pertukaran mahasiswa antara kampus di Indonesia dengan kampus luar negeri juga tergolong sedikit,” jelasnya.

Kendati demikian, Ia telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan ditingkat kampus di Indonesia, baik dari program penataan sehingga banyak perguruan tinggi yang ditutup hingga dilakukannya pendampingan agar mutu perguruan tinggi semakin baik. “Visi kita saat ini menata kampus biar berdaya saing dengan kampus-kampus Luar Negeri, sebab Perguruan Tinggi ini sudah mulai memasuki negera Indonesia, makanya kita harus bersiap menghadapi persaingan di era globalisasi,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses