Pulang Haji Ditangkap KPK

Pulang Haji Ditangkap KPK
AKBP Herwansyah
Posted by:

SEMPAT buron 5 tahun, akhirnya tersangka dugaan korupsi pembangunan bandar udara Atung Bungsu Pagaralam diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polda Sumsel. Tersangka adalah Teguh, kontraktor pelaksana pembangunan akses Bandara Athng Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013.
Teguh ditangkap tim KPK dan Polda Sumsel saat baru turun dari pesawat jamaah haji di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
“Ya, kita tangkap saat pulang dari haji pada Senin (27/8/18). Memang yang bersangkutan ini sudah DPO sejak 2013. Setelah melakukan penyelidikan mengenai keberadaannya, kami dan KPK langsung menangkapnya di bandara,” ujar Wadir Reskrimsus Polda Sumsel AKBP Herwansyah Saidi, Kamis (30/08/18).
Dijelaskan, penangkapan Teguh dilakukan pada saat turun dari pesawat. Tanpa adanya perlawanan, Teguh dibawa ke Mapolda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus dugaan.
Tersangka Teguh sempat menghilang setelah sebelumnya diminta datang untuk diperiksa menjadi saksi dalam kasus yang merugikan keuangan negara senilai Rp 5 miliar.
“Karena tidak datang diperiksa, sehingga kami mengeluarkan surat DPO untuk yang bersangkutan. Saat diketahui yang bersangkutan pulang dari haji, kami bersama KPK langsung melakukan penangkapan,” ujar Herwansyah Saidi.
Untuk diketahui, proyek pembangunan akses Bandara Athung Bungsu 2 jahur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013, dengan total anggaran Rp 23 miliar di mark up hingga negara mengalami kerugian senilai Rp 5 miliar. Diduga Teguh ikut berperan dalam mark up yang dilakukan bersama PPK yang berakibat mengalami kerugian negara.
Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait penangkapan terhadap Teguh itu bukan OTT yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumsel dan KPK.
“Penangkapan dilakukan KPK dan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel. Kami berkoodinasi dengan KPK karena KPK memiliki peralatan yang lebih canggih dibanding dengan Polda untuk melakukan pelacakan. Mengetahui tersangka baru pulang dari haji, makanya KPK dan penyidik langsung melakukan penangkapan bersama-sama,” ujarnya.
Sekadar diketahui dalam kasus ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teddy Juniastanto sudah divonis majelis hakim dengan hukuman 4,5 tahun penjara. Teddy sebagai PPK tidak melakukan pengawasan, pemeriksaan dan pengujian. Begitu pula saat proses pelelangan yang tidak sesuai prosedur, tetap dimenangkan. Sehingga, usai pengerjaan proyek dan dilakukan audit struktur, ditemukan banyak kekurangan. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses