Puluhan Tahun tak Diperbaiki

Puluhan Tahun tak Diperbaiki
Posted by:

*Jembatan Desa Pancur Mas 4L

EMPAT LAWANG – Jembatan di Desa Pancur Mas, Kecamatan Tebing Tinggi kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Sudah puluhan tahun, jembatan penghubung ke talang tersebut tak kunjung diperbaiki pemerintah.
Akibat kerusakan ini, warga kesulitan mengeluarkan hasil pertanian, karena aksesnya yang tidak memungkinkan lagi untuk dilalui. Petani sangat mengeluhkan kondisi ini dan berharap ada perhatian dari instansi terkait untuk melakukan perbaikan.
Dari pengamatan di lapangan jembatan sepanjang 10 meter dan lebar sekitar 2,5 meter yang dibangun di atas Sungai Mumpe ini lantai yang memang dari bahan kayu, sudah banyak lapuk dan jebol. Tinggal ada beberapa keping papan saja yang masih memungkinkan untuk dilalui.
Di sisi lain, bagian pangkal dan ujung jembatan tanahnya sudah longsor sepanjang satu meter lebih. Sehingga, dulunya jembatan ini bisa dilalui kendaraan roda empat, sekarang untuk roda dua saja sudah tidak memungkinkan.
Menurut sejumlah warga, jembatan ini sudah cukup lama rusak, terakhir dilakukan perbaikan sekitar 10 tahun yang lalu. Namun, karena tidak dilakukan perbaikan, sehingga kerusakannya kian parah dan mengkhawatirkan.
Pemerintah juga tak kunjung melakukan perbaikan. Dulunya ada calon anggota DPRD yang berjanji melakukan perbaikan, namun setelah duduk di legislatif, namun janji tinggal janji.
“Sudah puluhan tahun tidak diperbaiki, tidak ada perhatian dari pemerintah. Dulu, sebelum pemilihan legislatif, ada calon anggota DPRD dari Golkar yang berjanji melakukan perbaikan, bila dia duduk, sekarang sudah berapa tahun pula ia menjabat anggota DPRD, namun janjinya tidak ditepati,” ungkap Gunawan, sembari menambahkan, warga menagih janji anggota DPRD itu.
Dikatakannya, semenjak adanya kerusakan, petani kesulitan mengeluarkan hasil perkebunannya, bahkan ada beberapa yang memilih untuk mencari penghidupan lain dengan terpaksa meninggalkan kebun mereka.
“Dulunya kami berkebun di Talang Saling, namun setelah jembatan yang satu-satunya akses menuju ke sana rusak, kami tidak lagi berkebun. Ya, jangankan mau membawa hasil kebun, seperti karet dan sebagainya, kita saja berjalan ke sana sudah ngeri,” tambahnya.
Yusman, warga lainnya menambahkan, selain perbaikan jembatan yang sudah rusak, warga juga mengharapkan pembangunan jalan desa yang baru ditimbun koral, bahkan sebagian masih berupa tanah, sehingga pada saat musim hujan jalan berlumpur dan licin. (cw09)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses