Putra Putri Terbaik Banyuasin Kibarkan Sang Saka

Putra Putri Terbaik Banyuasin Kibarkan Sang Saka
Tim pengibar merah putih bersama pasukan Yonzikon 12/KJ Langkan, Banyuasin, menggelar simulasi upacara HUT RI ke-71. Foto Denni/Palembang Pos
Posted by:

BANYUASIN – Tradisi memperingati dirgahayu kemerdekaan RI ke-71, disambut dengan gegap gempita. Demikian pula petugas Paskibraka, yang bertanggung jawab tegaknya sang saka di jantung Bumi Sedulang Setudung, berlatih keras. Setiap harinya, dari pagi buta hingga malam, bercucuran keringat untuk memberikan yang terbaik.

Seperti dirasakan Andri Husyaidir (16), putra dari SMA N 1 Suak Tapeh, Banyuasin, menjadi petugas baki pagi atau pembukaan upacara HUT RI kesempatan kali ini. Baginya itu merupakan kesempatan emas yang tidak akan terulang dan akan berusaha secara maksimal.

“Puji syukur, untuk Agustus kali ini seperti dapat anugerah banyak sekali. Harapannya bisa membanggakan sekolah, orang tua, bisa memberikan sumbangsih untuk negara biar pun kecil,” ungkap siswa kelas XI ini.

Sulung lima bersaudara yang gemar mata pelajaran Kimia, dengan nilai rata-rata 7,8 dan 8,8 ini menyebutkan, sudah sejak dulu mendambakan jadi seorang penegak hukum atau polisi. “Semoga dimudahkan dalam mewujudkannya, amin amin ya Allah SWT,” ucap pemuda tinggal di Desa Lubuk Lancang ini.

Sementara Kepala Bidang Pemuda di Dinas Pariwisata, Seni, Budaya, Pemuda dan Olah Raga (Disparsenbudpora) Banyuasin M Sanusi Ssos MM, didampingi Fitrudin Wijaya SH sebagai Pejabat pelaksana teknis kegiatan mengatakan, pihaknya telah berhasil mengirim putra putri terbaik mereka untuk menjadi pengibar sang saka merah putih.

Yakni  3 orang untuk tingkat provinsi, 2 putra dan 1 putri. Kemudian satu lagi, seorang di level nasional atas nama Jennifer Gresyana S, SMA N 1 Banyuasin I, dikawasan Mariana. “Setelah terpilih langsung terbang ke Jakarta. Jadi putri kita Jennifer dikarantina di istana, bisa di pasukan 17, pasukan 8 atau pasukan 45,” ungkapnya.

Sanusi juga menyebutkan, Jennifer selain lolos ke istana, juga merupakan seorang atlit kempo atau bela diri asal negeri samurai tersebut, pada ajang Porprov tahun kemarin. “Kita akui ketat sekali, sangat sulit lolos nasional itu. Ya alhamdulillah berkat usaha keras bersama, bisa membuahkan hasil. Ya baru tahun ini, Banyuasin menyumbangkan, dan satu lagi putra dari Prabumulih atas nama Tri Wahyu Hambrata,” cetusnya.

Sedangkan Fitrudin Wijaya SH telah menyiapkan kado khusus bagi putra putri terbaik mereka selama ini telah bekerja sungguh-sungguh tersebut. “Ada ya reward kita berikan, seperti berupa wawasan kebangsaan, kita akan ajak tour diluar Sumatera, rencana ke istana, ke museum di Jakarta. Karena dari 30 anak pengibar ini, mereka banyak dari perairan, maka perlu memberikan tanda perhatian kita,” tukas Fitrudin. (adi/adv)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses