Rahma Operasi Penyambungan

Rahma Operasi Penyambungan
Posted by:

RSMH, Palembang Pos.-
Setelah enam bulan menjalankan evaluasi pasca operasi pemisahan (6/7) lalu. Bayi kembar dempet panggul dan perut (Tetrapus Omphaloischiopagus), Sabrina Faiqa Rahma kembali menjalankan operasi untuk mengembalikan kolostomi ke tempat semula di RSMH Palembang, Selasa (28/1).
Operasi yang dipimpin dr Sindu Saksono SpB, Selasa (28/1) kemarin, memakan waktu satu setengah jam mulai pukul 08.00 WIB.  Dengan tahap pemberian anastesi pembiusan. Kemudian, tim bedah mengoperasi dengan mengembalikan lubang kolostomi ke tempat asalnya agar buang air besar lancar sesuai fungsinya.
“Operasi rerouting ini menyambung usus yang sebelumnya di potong atau kolostomi supaya BABnya tidak mengotori luka bekas operasi, dan sekarang sudah disambungkan kembali dan sudah bisa BAB seperti biasanya yaitu lewat dubur,” katanya, saat ditemui usai operasi di RSMH.
Dr spesialis bedah ini menyatakan, operasi ini tergolong operasi biasa, namun tetap perlu kehati-hatian,  namun operasi tetap lancar. Setelah operasi, Rahma akan menjalankan beberapa tahapan treatmen khusus, seperti pemberian antibiotika selama 3 hari, cairan penggati makanan dan dilakukan observasi.
“Otot bagian depan perut itu tidak ada, jadi usus  hanya dilindungi kulit, ini nantinya ototnya akan kita ganti dengan alat yakni mesh. Sebulan lagi akan dipasang alat tersebut. Apabila ototnya tidak ada, di perut bisa menggelembung, maka di cegah dengan alat tersebut yang dipasang di perut,” jelasnya.
Pemasangan alat tersbeut, bertujuan untuk gunanya untuk manahan isi perut agar tidak ke luar. Setelah ini ada perlakuan dari dokter ortopedi atau dokter spesialis tulang, selanjutnya akan dilakukan evaluasi terhadap vaginanya apakah akan di perbaiki atau kita buat.
Diakui Sindu, operasi ini tidak tergolong besar, namun cukup menakutkan. Untuk itu, usai operasi pihak medis kanan terus memantau perkembangan Rahma. Apakah sudah bisa minum atau tidak, hari ke tiga sudah boleh makan tapi yang lembut saja.
Tim yang terdiri dari 10 orang ini berjalan lancar tanpa hambatan, terdiri dari dokter bedah, dokter anastesi, perawat, dan residen bedah.
“Setelah operasi ini, jika sudah bagus dan tidak ada bocor, 7 hari lagi bisa pulang, tidak ada kekhawatiran terlalu berlebihan. Setelah anak ini pulang tidak ada pantangan dan normal seperti anak biasanya, seperti imunisasi dan sudah bisa di ajak keluar rumah. Dan dalam waktu sekitar 2-3 lagi Rahmi akan dilakukan operasi yang sama, namun tetap menunggu lukanya sembuh dulu,” paparnya.
Ditempat yang sama, Kepala Instalansi Anak dr Rismarini bersyukur Rahma telah dilakukan operasi penyambungan usus sehingga dapat buang air besar lewat anus.
Sementara untuk kondisi Rahmi, saudara kembar Rahma hingga saat ini masih menggunakan vakum sepanjang 5 cm sehingga belum diperbolehkan menjalankan operasi.
Saat ini, tambah Rita, keduanya sudah bisa duduk sendiri, bisa berdiri meskipun dengan satu kaki karena baru satu kaki yang mampu menompang berat badan dan dengan berpegangan 
“Kita berharap kembali normal lagi, ini adalah 6 bulan pertama yang target kita tercapai, dan sekarang untuk mobilisisasi perkembangan seperti bisa ngomong dan berdiri sesuai target, tapi untuk berjalan mungkin 3 bulan berikutnya sudah bisa berjalan, dan harapan satu tahun bisa seperti anak-anak  yang lain,” tandasnya. (nik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses