Ratu Melbourne: Serena atau Kerber ?

Ratu Melbourne: Serena atau Kerber ?
Posted by:

MELBOURNE – Pertandingan final nomor tunggal putri Australia Terbuka 2016 akan digelar pada pagi ini, Sabtu (30/1). Siapa yang akan tampil sebagai Ratu Melbourne (baca : juara), Serena Williams atau Angelique Kerber?
Serena lolos ke final setelah mengatasi perlawanan Agnieszka Radwanska. Sementara itu, Kerber mengalahkan Johanna Konta di semifinal.
Di atas kertas, Serena jauh lebih diunggulkan. Petenis nomor satu dunia itu enam kali juara di Australia. Sebaliknya, Kerber baru kali ini menembus final grand slam.
Jika berhasil menjadi juara, Serena akan menyamai sebuah catatan milik Steffi Graf, yaitu mengoleksi 22 gelar grand slam, sekaligus mengukuhkan statusnya, tak hanya Ratu Melbourne, tetapi sebagai ratu tenis dunia saat ini.
Secara statistik, Serena Williams unggul dalam head to head dengan Angelique Kerber. Tapi di tahun 2012, adik Venus Williams itu pernah takluk dari Kerber. Kekalahan itu membuat Serena tak akan menyepelekan lawan yang menempati peringkat keenam dunia itu.
Koleksi 21 titel grand slam dengan diantaranya enam didapatkan di Australia Terbuka, membuat Serena diunggulkan. Kerber sendiri baru kali ini punya peluang merebut gelar grand slam karena kali ini merupakan final grand slam pertamanya.
Terlebih, untuk melaju ke final jalan Serena tampak begitu mudah. Dia tak kehilangan satu set pun. Serena berhasil menyelesaikan babak pertama hingga semifinal lewat laga dua set.
”Saya rasa saya bermain lebih bagus kali ini. Saya tahu kalau latihan saya juga jauh lebih bagus. Jadi saya bisa bermain lebih konsisten dan lebih stabil secara mental,” kata Serena seperti dikutip situs resmi turnamen.
Sebelum final pagi ini, keduanya sudah enam kali bertemu. Serena unggul dengan lima kemenangan. Satu-satunya kekalahan yang pernah diderita Serena dari Kerber didapatkan saat berjumpa pada turnamen Cincinnati 2012 dengan skor 4-6, 4-6.
”Saya pikir dia bermain sangat luar biasa pada pertandingan itu. Itu pertandingan yang tak pernah saya lupakan. Yang saya ingat servisnya sangat bagus, pergerakananya oke, determinasi dia menjadi penentu kemenangannya,” ucap Seerena.
Kerber sendiri meski di posisi underdog, tetap optimis mampu meraih gelar grand slam di final pertamanya. Petenis Jerman itu akan memanfaatkan tekanan publik kepada Serena untuk tampil lebih rileks dan mengalahkannya seperti di Turnamen Cincinnati tahun 2012.
”Menghadapi Serena, seperti yang kita semua tahu, bagaimana servisnya. Servisnya luar biasa bagus. Pengembaliannya juga bagus. Permainan awalnya amat menentukan hasil akhir,” kata Kerber seperti dikutip situs resmi turnamen.
”Saya harus sudah siap dan memenangkan poin pertama serta bermain sangat dalam. Kalau saya bermain terlalu pendek, dia akan memanfaatkannya. Dia akan membuat pukulan winner, winner, dan winner lagi. Itu yang dilakukannya saat menghadapi Aga (Agnieszka Radwanska) di semifinal. Saya harus siap, menyuguhkan permainan saya dan tampil agresif seperti dirinya,” katanya optimis.
”Saya tak terbebani sebesar yang dirasakan dia. Itulah yang saya maksud dengan saya akan tampil nothing to lose. Saya tahu saya bisa saja kalah di pertandingan itu, tapi karena itu pula saya akan menyuguhkan penampilan terbaik saya,” pungkas petenis 28 tahun itu. (har/dbs)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses