Ratusan Warga Terancam Kehilangan Hak Suara 

Ratusan Warga Terancam Kehilangan Hak Suara 
Posted by:

LUBUKLINGGAU – Ratusan warga Kota Lubuklinggau terancam tidak dapat menyalurkan hak suaranya pada pemilihan walikota dan wakil walikota 2018 mendatang. Pasalnya meski berdomisli di Kota Lubuklinggau, tetapi  tidak tercantum dalam Data Penduduk Potensi Pemilih Pemilu (DP4). 

Hal itu diungkapkan komisioner KPU Lubuklinggau, Lukman Hakim, Selasa (26/12/2017). Menurutnya ada sekitar 600 copy KTP dukungan dari jalur independent yang tidak masuk dalam silon, ternyata orangnya memang berdomisili di Kota Lubuklinggau. Hal itu bisa saja disebabkan yang barsangkutan baru melakukan perekaman KTP.

“DP4 yang digunakan berdasarkan data pemilu terakhir pada 2014, bisa saja sekitar 600 orang tadi pada 2014 belum cukup umur dan belum memiliki KTP, sekarang sudah ada KTP,” jelas Lukman. 

Karena itu lanjutnya, diimbau kepada masyarakat agar peduli dengan data kependudukan yang dimiliki. Karena data kependudukan dapat digunakan untuk semua keperluan. Bukan saja untuk pemberian dukungan kepada calon walikota dan wakil walikota, tetapi juga keperluan adminitrasi lainnya.

“Warga dihimbau untuk peduli dengan data kependudukan masing-masing,  dan berkoordinasi dengan dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) tentang data kependudukannya,” kata Lukman.

Terpisah Kadisdukcapil, Johan Sitepu, hingga kemarin belum berhasil dihubungi. Handpone yang dihubungi sempat tersambung namun kemudian mati. Beberapa kali dicoba dihubungi kembali terdengar nada sibuk atau diluar jangkauan. 

Seperti diketahui, sebelumnya berkas dukungan satu-satunya kandidat walikota dan wakil walikota Lubuklinggau dari jalur perseorangan atau independen, Toyeb Rakembang dan Sofyan, mulai dilakukan verifikasi factual.  Namun dari 15.873 bukti dukungan yang diserahkan, tidak semua dapat diproses. Karena sekitar dua ribu diantaranya masih belum lolos verifikasi adminitrasi. 

Hal itu diakui langsung salah satu komisioner KPU Kota Lubuklinggau, Lukman Hakim. Menurut Lukman dari 15.873 copy KTP yang diserahkan kandidat perseorangan ini sekitar dua ribu tidak ada dalam silon. 

“Copy KTP yang diserahkan kepada kami setelah dicek di silon, ternyata terdapat sekitar dua ribu yang tidak masuk  dalam Data Penduduk Potensi Pemilih Pemilu (DP4),” jelasnya. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses